Mudik Tidak Dilarang, Libur Lebaran Bisa Jadi Kebangkitan PO Bus

Kompas.com - 17/03/2021, 09:02 WIB
Calon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik lebaran pada tahun 2021.

Budi mengatakan, pada prinsipnya pemerintah melalu Kemeterian Perhubungan tidak melarang masyarakat untuk mudik di Idul Fitri 2021.

Menanggapi hal ini, Staf Operasional PO Putera Mulya Ismuyoko berharap kalau nantinya penumpang yang mau mudik menggunaka bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) bisa ramai.

Baca juga: Catat, Tanpa Pengawalan Mobil Pelat Nomor Dewa Tak Punya Keistimewaan di Jalan

Terminal bus yang dikelola BPTJDOK. BPTJ Terminal bus yang dikelola BPTJ

Momen mudik lebaran jadi kesempatan dapat uang setelah puasa sekian lama,” ucap Ismuyoko kepada Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

Mengingat pada Ramadhan 2020, ketika pandemi Covid-19 baru melanda Indonesia beberapa bulan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melarang mudik bagi seluruh masyarakat.

Kemudian pada April 2020 juga Dinas Perhubungan DKI Jakarta melarang bus AKAP untuk beroperasi mengikuti larangan mudik. Oleh karena itu, tidak dilarangnya mudik pada 2021 menjadi angin segar bagi PO bus AKAP.

Baca juga: Warga Jateng Belum Bisa Pesan Toyota Raize dan Daihatsu Rocky

Anthony Steven Hambali, pemilik PO Sumber Alam mengatakan, jika ingin membandingkan jumlah penumpang pada tahun 2019 dengan 2020, sangat jauh selisihnya.

“Ya terjun bebas pada tahun 2020. Lebaran kemarin (2020) kan kita diminta stop operasi jadi perbandingannya ada mungkin turun 100 persen dibanding mudik 2019,” ucap Anthony kepada Kompas.com.

Harapannya, mudik pada 2021 nantinya memiliki syarat yang tidak menyulitkan penumpang bus. Karena jika menyulitkan, bukan tidak mungkin para penumpang akan menggunakan angkutan tidak resmi untuk mudik nanti.

“Karena dengan naik angkutan gelap, semua pihak dirugikan,” kata Anthony.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X