Penjualan Mobil Mulai Naik Signifikan Usai Ada Insentif PPnBM

Kompas.com - 14/03/2021, 17:11 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor baru di dalam negeri mulai membuahkan hasil baik dengan meningkatnya pesanan oleh sejumlah industri terkait.

Bahkan, pada model tertentu pertumbuhannya mencapai lebih dari 90 persen. Sehingga, diharapkan relaksasi yang berlaku 1 Maret 2021 ini dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi.

Demikian djelaskan Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri usai berbincang dengan agen pemegang merek (APM) otomotif dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/3/2021).

Baca juga: Mobil Terlaris Februari, Avanza-Xpander Makin Ditinggal Brio

Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.TAM Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.

“Sejak dikeluarkannya kebijakan ini beberapa hari lalu, perusahaan otomotif melaporkan peningkatan penjualan,” kata dia.

Lebih rinci, berdasarkan laporan PT Toyota Astra Motor (TAM) penjualan mobil Toyota yang mendapatkan insentif PPnBM mengalami peningkatan signifikan sampai 95-155 persen.

"Dari data 1-8 Maret 2021, untuk Avanza, Sienta, Rush, dan Yaris total surat pembelian kendaraan (SPK)-nya naik sekitar 94-155 persen kalau dibandingkan dengan SPK Februari di tanggal sama," ujar Anton Jimmy, Marketing Director TAM.

Sementara untuk Vios, yang mendapatkan diskon terbesar hingga Rp 65 juta imbas dari insentif ini, penjualannya naik lebih besar lagi karena sebelumnya permintaannya memang tidak banyak.

Adapun mengenai kondisi produksi dan stok kendaraan, Anton menyebut telah meminta pihak pabrik untuk kerap memenuhinya. Tapi tentu saja tak mudah menambah produksi dalam waktu singkat.

Baca juga: Daftar Mobil Hatchback Idaman Perempuan

Honda Brio Satya CVTKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Honda Brio Satya CVT

Hal serupa dinyatakan Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy yang mengatakan bahwa telah terjadi peningkatan penjualan 40-50 persen untuk produk Honda.

“Khususnya untuk model yang mendapatkan insentif pajak, peningkatan naik lebih dari 60 persen dibanding seminggu pertama bulan Februari lalu, growth tertinggi ada di HRV 1,5 liter,” ucapnya.

Sedangkan Daihatsu mengaku mengalami peningkatan permintaan pada seluruh produk yang dipasarkannya, tak hanya yang mendapatkan insentif.

Untuk model yang mendapatkan insentif seperti Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max MB, SPK-nya melonjak sekitar 40 persen. Pada model lainnya, seperti Ayla, Sigra, Sirion, Gran Max PU, Gran Max Blindvan naik 20 persen.

“Untuk stok model yang mendapat insentif PPnBM khususnya di bulan-bulan periode relaksasi tersebut tentunya akan kami atur seoptimal mungkin agar seimbang antara demand dan supply yang ada,” kata Hendrayadi, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.

Baca juga: Kenapa Wanita Cenderung Lebih Suka Hatchback?

Ilustrasi Daihatsu Indonesia. Ilustrasi Daihatsu Indonesia.

Untuk Mitsubishi, kendati tidak menyebut secara pasti besaran kenaikan yang terjadi, tapi dipastikan permintaan Xpander dan Xpander Cross membaik dibanding bulan sebelumnya.

“Jumlah SPK minggu pertama Maret 2021 terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk Xpander, jika dibandingkan periode yang sama di Februari 2021,” kata Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division MMKSI.

Selanjutnya, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim selama empat hari berlakunya relaksasi PPnBM, permintaan naik 100 persen dibanding periode yang sama bulan Februari 2021.

Donny Ismi Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan bahwa Suzuki memiliki dua model yang mendapatkan relaksasi PPnBM nol persen, yakni Ertiga dan XL7.

"Kami memperkirakan kenaikan penjualan untuk kedua model itu sekitar 20 persen. Tetapi bisa saja terus berkembang," ujarnya.

Baca juga: Polisi Razia Knalpot Bising Lagi, Ada yang Berisik Langsung Diembat

Suzuki XL7 rajai penjualan Low SUV pada Juli 2020SIS Suzuki XL7 rajai penjualan Low SUV pada Juli 2020

Pada kesempatan sama, Febri juga menanggapi hasil telesurvei yang dilakukan Lembaga Survei KedaiKOPI mengenai persepsi relaksasi PPnBM.

Survei tersebut dilakukan kepada 800 responden dan hasilnya 74,9 persen menyatakan bahwa kebijakan tersebut sudah adil dan 77,6 persen menyatakan kesetujuannya terhadap relaksasi PPnBM ini.

Meski demikian, 99,2 persen responden menyatakan tidak akan membeli mobil baru dalam masa relaksasi PPnBM ini.

“Untuk mengukur dampak relaksasi PPnBM terhadap pembelian masyarakat, sebaiknya menggunakan data penjualan atau melakukan survei terhadap pembeli mobil sejak Maret 2021,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.