Insentif PPnBM Nol Persen Harus Bisa Dorong Produksi dan Ekspor

Kompas.com - 01/03/2021, 17:21 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. AUTONEWSIlustrasi penjualan mobil.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga nol persen pada pembelian mobil baru bisa segera berdampak positif.

Khususnya, dalam kuartal pertama tahun ini sehingga perkembangan sektor otomotif nasional mampu berakselerasi dan kembali ke level normal sebelum pandemi virus corona alias Covid-19.

"Pencapaian tahun lalu merupakan yang terburuk sejak 2008, baik dari sisi penjualan maupun produksi. Sehingga diharapkan berbagai upaya tersebut bisa mengembalikan ke keadaan normal dimana total produksi 1,2 juta unit per-tahun," katanya dalam diskusi virtual, Senin (3/1/2021).

Baca juga: Ada Diskon Pajak, Lebih Baik Beli Mobil Baru atau Bekas?

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan pada Hari Batik Nasional secara virtual, Jumat (2/10/2020).Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan pada Hari Batik Nasional secara virtual, Jumat (2/10/2020).

Agus menambahkan, produksi mobil di dalam negeri pada 2020 hanya mampu mencapai 690.150 unit, turun 46,5 persen dari realisasi tahun sebelumnya, yakni 1.289.847 unit.

Sementara realisasi penjualan dari pabrik ke diler alias wholesales minus 48,3 persen, menjadi 532.027 unit dengan titik terendah pada kuartal II/2020 atau April-Juni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bersamaan dengan itu, kita juga mendorong agar ekspor kendaraan produksi Indonesia bisa ke pasar-pasar lain seperti Australia, yang telah terbuka melalui IA-CEPA," lanjut Agus.

Hal serupa dinyatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memproyeksi bahwa sektor otomotif bisa tumbuh dengan segera usai diberikan beragam insentif.

"Tidak hanya PPnBM, tapi juga ada insentif down payment (DP) nol persen dan program vaksinasi Covid-19. Sehingga, kepercayaan masyarakat untuk konsumsi barang tersier bisa naik," kata dia.

Baca juga: Bagaimana Nasib Bus yang Berumur Lebih dari 25 Tahun?

Ilustrasi penjualan mobilKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi penjualan mobil

"Tentu, yang ingin kita capai agar utilisasi maupun penjualan kendaraan bermotor bisa kembali ke level mendekati 1 juta unit per-tahun. Sehingga industri otomotif Indonesia bisa kembali menarik dan kompetitif di pasar ekspor," lanjut Airlangga.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, saat ini terdapat 22 persusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dan 26 perusahaan roda dua, dengan serapan tenaga kerja langsung hingga puluhan ribu orang di Indonesia.

Sektor tersebut, telah menyumbangkan nilai investasi sebesar Rp 99,16 triliun dengan total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun, serta menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38,39 ribu orang.

"Produk kendaraan bermotor produksi dalam negeri juga telah mampu menembus pasr ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Sehingga, industri otomotif dimaksukkan ke dalam peta jalan Making Indonesia 4.0," papar dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.