Apakah Kaca Film Bisa Mengirit Energi di Mobil Listrik?

Kompas.com - 01/03/2021, 15:55 WIB
Kaca film V-Kool V-KoolKaca film V-Kool
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai menjadi tren baru di dunia otomotif seiring dengan efisiensi penggunaan energi khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Beberapa simulasi yang dilakukan pabrikan terkait, jika dihitung rata-rata mobil listrik hanya memerlukan biaya sekitar Rp 75.000 untuk pengisian ulang listrik dengan jarak tempuh 120 kilometer.

Dibandingkan mobil konvensional, pengeluaran tersebut hemat empat kali lipatnya. Hanya saja, menggunakan kendaraan tersebut harus diikuti perubahan prilaku pengendara.

Baca juga: Bagaimana Nasib Bus yang Berumur Lebih dari 25 Tahun?

Kendaraan listrik Hyundai Ioniq tengah melakukan pengisian daya di SPKLUKOMPAS.com/RULY KURNIAWAN Kendaraan listrik Hyundai Ioniq tengah melakukan pengisian daya di SPKLU

Menurut Head of After Sales Service Div. PT. V-KOOL Indo Lestari, Billy Susanto, salah satunya ialah dalam memilih kaca film. Pada mobil listrik, jangan hanya melihat dari sisi gelapnya saja tapi juga efisiensi energi.

“Anggapan semakin gelap kaca film maka semakin menolak panas, sejatinya lahir karena ketidaktahuan dalam membedakan antara panas dengan silau," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (1/3/2021).

"Panas matahari akan dirasakan melalui sengatan perih ke kulit atau timbulnya hawa panas, sementara silau adalah cahaya yang masuk dan diteruskan ke dalam ruang kabin yang tidak membawa energi panas menyegat,” lanjut Billy.

Menurut dia, suhu di kabin mobil listrik membutuhkan pendinginan lebih cepat untuk mereduksi energi terbuang lebih banyak yang menggerakkan kompresor AC.

Baca juga: Insentif Pajak 0 Persen Mulai Berlaku, Harga Toyota Yaris Turun Rp 20 Juta

ac mobilKompas.com/Fathan Radityasani ac mobil

Untuk mencegah ini, pemilihan kaca film dengan kemampuan penolakan panas lebih baik, tentu sangat berpengaruh.

"Sayangnya, fakta yang ada saat ini edukasi yang minim terkait kaca film, membuat banyak orang masih beranggapan makin gelap akan makin tahan panas," papar Billy.

Padahal, tambah dia, tidak selalu begitu. Kaca film dengan kadar gelap 20 persen pun, kalau material yang dipakai memang mampu menolak sinar Infra red (IR) dan ultra violet (UV) cukup bagus, bisa tetap tahan panas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X