Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalau Hanya Wheelie Belum Bisa Disebut Stunt Rider

Kompas.com - 28/02/2021, 21:31 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Aksi anak-anak muda yang melakukan wheelie di jalan raya sudah mulai meresahkan masyarakat. Sering kali mereka tak hanya merugikan diri sendiri tapi juga lingkungan di sekitarnya.

Reza Syahdri Sihombing alias Reza SS, pegiat freestyle yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan stunt rider Asia dan Eropa, mengatakan, sebaiknya mereka yang hobi melakukan wheelie di jalan segera minta bimbingan para ahli.

“Ini pentingnya harus ada bimbingan orang tua, organisasi juga seperti IMI, bahkah kepolisian harus kasih atensi. Mereka sebetulnya butuh tempat,” ujar Reza, kepada Kompas.com (28/2/2021).

Baca juga: Impresi Honda CR-V Facelift, Tampilan Lebih Segar, Fitur Makin Canggih

Masaru Abe sukses pecahkan rekor wheelie sejauh 500 km.motor1.com Masaru Abe sukses pecahkan rekor wheelie sejauh 500 km.

Menurutnya, jika hanya dilakukan sebagai ajang pamer dan diunggah ke media sosial, sebaiknya hal itu tidak dilakukan. Karena malah membuat anak-anak muda lainnya terpancing dan melakukan hal yang sama.

Freestyle itu jangan cuma wheelie doang. Ada empat basic gaya, mulai dari wheelie, burn out, stoppie, hingga acrobatic,” ucap Reza.

“Kalau bisa melakukan semuanya secara profesional, baru bisa disebut stunt rider. Tapi itu tadi harus dilakukan di tempat tertutup, pakai perlengkapan safety yang lengkap,” katanya.

Baca juga: Ini Mobil Honda yang Dapat Diskon Pajak, Harga Diumumkan 1 Maret 2021

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

Reza menambahkan, Indonesia memang belum punya tempat yang resmi untuk melakukan latihan aksi freestyle. Hanya beberapa kota saja yang menyediakan tempat latihan seadanya.

“Takutnya, jika tidak ada peringatan atau imbauan dari stunt rider bahwa tindakan itu salah, generasi yang masih kecil ikut-ikutan meniru aksi itu,” kata dia.

"Sebagai sesama rider, saya hanya ingin menyarankan saja. Jangan sampai hobi kita tercoreng dan ini untuk kebaikan semuanya juga," ujar Reza.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.