Lagi Viral Bikers Ditendang Paspampres, "Untung Hanya Ditendang"

Kompas.com - 28/02/2021, 14:31 WIB
Konvoi motor gede ketika melintas di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta. Media sosialKonvoi motor gede ketika melintas di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa pengendara sepeda motor yang ditendang oleh anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) baru-baru ini ramai diperbincangkan di media sosial.

Kejadian tersebut bermula saat pengendara motor sport tersebut menerobos kawasan area Ring 1 yang saat itu ditutup oleh Paspampes. Tidak hanya itu aja, pengendara motor sport tersebut juga terlihat kebut-kebutan dengan knalpot yang bising.

Baca juga: Motor Akrobat di Jalan Raya yang Makin Meresahkan

Melihat hal ini, sejumlah petugas langsung melakukan penindakan dengan menendang salah satu pengendara motor yang tengah melakukan sunday morning ride (sunmori) di Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat.

Kejadian itu turut mendapat tanggapan dari beberapa komunitas roda dua di Jakarta.

Ketua Umum Superriders Kawasaki Big Bike Club Indonesia Erlangga Yudhanegara mengatakan, sebagai pengendara kendaraan bermotor sudah pasti terikat dengan peraturan berlalu lintas, budaya berkendara yang baik, serta norma yang berlaku pada masyarakat.

Komunitas motor gede merk Harley Davidson mengiringi torch relay atau kirab obor Asian Games 2018 pada Sabtu (18/8/2018) RIMA WAHYUNINGRUM Komunitas motor gede merk Harley Davidson mengiringi torch relay atau kirab obor Asian Games 2018 pada Sabtu (18/8/2018)

“Tiga hal ini yang saling berkaitan dan selalu dijaga kapanpun dan dimanapun kita berkendara di jalanan umum untuk kehidupan berlalu lintas yang aman dan nyaman untuk semua pihak, Baik itu pejalan kaki, pesepeda, pengendara motor, ataupun mobil,” ujar pria yang akrab disapa Angga saat dihubungi Kompas.com, Minggu (28/2/2021).

Menurut Angga, semua pengguna jalan harus saling menghormati dan mendahulukan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi.

“Sosialisasi sosialiasi aturan aturan ini haruslah berkelanjutan sehingga muncul karakter karakter berkendara yang baik di jalanan umum,” katanya.

Baca juga: Siap-siap, Honda City Hatchback Meluncur Pekan Depan

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Lutfi Darmawan, Ketua komunitas CBR Independent Club (CIC). Menurutnya, apapun alasannya pengendara yang melanggar dan melintasi jalur dilarang itu sudah salah dan wajib di tindak.

“Apalagi lewat area Ring 1 dengan suara knalpot bising, masih untung hanya ditendang,” kata Lutfi.

Lufti mengatakan, kejadian tersebut sangat merugikan banyak pihak. Seperti contohnya mereka yang tertib dalam melakukan kegiatan sunmori, nanti bisa terkena imbasnya,

“Saya yakin jika masih banyak pengendara motor yang tetap arogan dan geber-geber knalpot bising yang ada nanti akan dibuat larangan. Terus, kalau sudah dilarang bisa apa?” katanya.

Oleh sebab itu, Lutfi menyarankan, ketika melakukan kegiatan sunmori sebaiknya bijak dalam berkendara dan jangan bersikap arogan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X