ETLE Disebut Mampu Tingkatkan Disiplin Berkendara dan Bayar Pajak

Kompas.com - 23/02/2021, 12:22 WIB
Kamera pengawas atau 'closed circuit television' (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau 'electronic traffic law enforcement' (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAKamera pengawas atau 'closed circuit television' (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau 'electronic traffic law enforcement' (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Penindakan hukum pelanggaran lalu lintas melalui tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement ( ETLE) diklaim mampu tingkatkan disiplin berkendara dan bayar pajak.

Pasalnya, ancaman blokir kendaraan bermotor yang abai terhadap tilang terkait sangat efektif. Di samping itu, pengawasan atas pajak kendaraan bermotor (PKB) juga lebih baik.

Demikian dikatakan Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syarifudin dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Indonesia Dianggap Terlambat Berikan Diskon Pajak Mobil Baru

Ilustrasi kamera tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).TRIBUNNEWS.com/JEPRIMA Ilustrasi kamera tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

"ETLE ini tidak hanya menindak para pelanggar lalu lintas, tapi juga bisa melihat pengendara yang belum bayar pajak. Saat ia melangar seperti di lampu merah (menerobos), kita lihat lagi pajaknya," kata Rudy.

Jika dalam tiga kali surat tilang elektronik yang terkirim ke alamat pemilik tidak diindahkan, maka secara otomatis akan terblokir.

"Kemudian, setiap orang yang membayar denda harus menyertakan seluruh dokumen berupa KTP asli, STNK, dan sebagainya. Jadi tidak ada 'pak ini bukan kendaraan saya, belum balik nama, dipinjam', itu risiko," ujarnya.

Selain itu, ETLE juga telah terkoneksi dengan daerah lain sehingga pelanggar berplat luar kota dapat dikenai sangsi. Tak ada alasan lagi bagi para pelanggar lalu lintas.

Baca juga: Cara Klaim Asuransi Mobil yang Terendam Banjir, Awas Ditolak

Ilustrasi kamera tilang elektronikhttps://ntmcpolri.info/ Ilustrasi kamera tilang elektronik

“Terlalu banyak penguna kendaraan yang tidak membayar pajak. Dengan adanya E tilang ini akan ter-capture dalam satu tahun ada Rp 200 - Rp 300 miliar, bahkan Rp 500 miliar malah yang menunggak pajak,” pungkas Rudi.

Pada wilayah Jawa Tengah, lanjut dia, ETLE sebenarnya telah terpasang sejak 3 tahun lalu. Tapi, regulasinya kala itu belum ada, masih terdapat hambatan dalam menerapkannya.

Sehingga, dengan adanya program perluasan pemanfaatan ETLE pihak Ditlantas Polda Jateng menyambut dengan positif. Adapun program ini dimulai 17 Maret 2021 mendatang untuk tahap pertama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X