Kebiasaan Salah Pemotor, Ngebut Saat Baru Turun Hujan

Kompas.com - 18/02/2021, 18:21 WIB
Salah satu kondisi jalan yang berbahaya ketika basah, luberan lumpur. Donny AprilianandaSalah satu kondisi jalan yang berbahaya ketika basah, luberan lumpur.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat baru turun hujan pengendara motor biasanya langsung ngebut untuk menghindari hujan. Baik kemudian berteduh atau memakai jas hujan.

Langsung tancap gas saat gerimis atau baru turun hujan bukannya dilarang, tapi ternyata punya risiko yang lebih besar ketimbang berkendara dalam kondisi hujan deras.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, aspal yang baru terkena air hujan bisa lebih licin dibanding aspal yang sudah diguyur hujan deras.

Baca juga: Brio RS Urbanite, CR-V Facelift, dan Odyssey Facelift Resmi Meluncur

Pahami prosedur standar bersepeda motor di jalanan basah. Sepeda motor saat hujanKompas/Iwan Setiawan Pahami prosedur standar bersepeda motor di jalanan basah. Sepeda motor saat hujan

“Hal ini disebabkan karena permukaan aspal yang panas dan berdebu membuat lapisan jalan menjadi lebih licin. Jika hujan sudah deras, maka permukaan aspal jadi lebih bersih dari debu,” kata Agus kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Agus mengatakan, ketika hujan deras suhu aspal relatif sudah stabil dan turun. Berbeda ketika baru turun hujan, suhu aspal masih panas membuat ban kurang mencengkeram jalanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika berkendara saat baru turun hujan maka baiknya tidak perlu tancap gas buru-buru. Selain itu hindari pengereman mendadak, dan hanya memakai rem depan.

Baca juga: Jangan Mengamuk, Begini Adab yang Benar Ketika Ditilang Polisi

Sebuah bus pariwisata dari arah Bandung menuju Pangandaran terjun ke jurang tanjakan Gentong Atas akibat tergelincir jalan licin, Selasa (15/12/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Sebuah bus pariwisata dari arah Bandung menuju Pangandaran terjun ke jurang tanjakan Gentong Atas akibat tergelincir jalan licin, Selasa (15/12/2020).

“Karena jalanan basah, membuat roda depan lebih mudah tergelincir karena ban tidak dapat menempel ke aspal dengan baik,” ucap Agus.

Trainer Yamaha Riding Academy, Setyo Suyarko juga menyarankan untuk tetap waspada karena pemukaan jalan yang basah tidak seperti saat kering.

“Mengurangi kecepatan dilakukan agar pengendara bisa lebih mudah mengoperasikan sepeda motor dan menganalisa bahaya di jalan,” kata Setyo kepada Kompas.com.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.