Alibi Lampu Sein yang Kerap Jadi Andalan Pengemudi Selonong Boy

Kompas.com - 04/02/2021, 10:22 WIB
Menggunakan lampu sein ada etika dan aturannya. KOMPAS.com/RulyMenggunakan lampu sein ada etika dan aturannya.

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengemudi di jalan raya memang membutuhkan ilmu serta kesabaran ekstra. Kadang ketika sudah berhati-hati saat mengemudi, ada saja pengendara motor atau mobil yang selonong boy istilah masuk tiba-tiba dari gang menuju jalan utama.

Mereka kerap beralasan kalau sudah menyalakan lampu sein, sehingga menyalahkan orang yang menabrak dari jalan utama. Padahal, lampu sein sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan pengendara motor atau mobil seenaknya masuk jalan utama atau pindah lajur.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, hal yang perlu dilakukan ketika mau jalan dari posisi berhenti, pengemudi harus memastikan kondisi aman yang ada di jalan utama atau kendaraan di belakangnya.

Baca juga: Biker Skutik Knalpot Racing Dihukum, Ingat Aturan Kebisingan Suara

Menggunakan lampu sein atau isyarat di jalan ada etika dan aturannya.KOMPAS.com/Ruly Menggunakan lampu sein atau isyarat di jalan ada etika dan aturannya.

“Untuk pengemudi mobil, pertama lihat spion untuk memantau kondisi lalu lintas. Sudah aman, nyalakan lampu sein untuk meminta kesempatan masuk lajur sebelahnya,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Setelah aman atau diberi kesempatan oleh kendaraan lain, baru boleh masuk ke jalan utama. Kadang ada saja pengemudi yang memaksa dengan alasan sudah menyalakan lampu sein, padahal belum diberi kesempatan oleh pengguna jalan lain.

Pun demikian ketika hendak keluar dari gang menuju jalan utama. Ingat, posisi keluar gang  adalah memotong laju kendaraan di jalan utama. Jadi, harus menunggu sampai si kendaraan  jalan utama memberikan kesempatan masuk, baru boleh keluar gang, sehingga sama-sama aman.

Jangan langsung masuk ke jalan utama dengan selonong boy, apalagi tidak sedikit juga pengendara motor yang tidak menyalakan sein! 

Baca juga: Cek Harga Skutik Bongsor 150cc Februari 2021 Sebelum PCX 160 Meluncur

“Jangan anggap remeh prosedur ini, sekalipun lalu lintas dalam kondisi sepi. Untuk motor, jangan berpikir kendaraannya tipis dan risikonya kecil, bahaya tetap bahaya, enggak bisa pilih-pilih,” kata Sony.

Kebiasaan aman seperti melihat ke belakang ini kerap disepelekan. Padahal dengan mengecek ke arah belakang, tentunya bisa menghindari tabrak belakang. Karena perlu diingat, tujuan berkendara adalah sampai di rumah dengan selamat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X