Penyebab Pengemudi Sumbu Pendek di Jalanan Indonesia

Kompas.com - 30/01/2021, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comCekcok di jalan bisa menjadi pemandangan yang kerap terlihat di Indonesia. Bukan hanya di kota-kota besar, tapi juga sampai jalan provinsi di berbagai daerah. 

Para pengemudi sumbu pendek ini, julukan mudah emosi, biasanya marah terpicu karena lajurnya dipotong atau sekadar tidak suka karena diklakson mobil di belakang.

Kejadian cekcok ini tidak hanya verbal, bahkan ada yang sampai meninju atau adu fisik karena masalah yang sepele. Lalu, mengapa pengemudi di Indonesia ada saja yang memiliki sumbu pendek atau mudah emosi?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, perilaku pengemudi yang mudah naik pitam, disebabkan dua hal, yaitu karakter dan minimnya pengetahuan keselamatan.

Baca juga: Musuh ALS, Ini Pilihan Bus Trayek Jauh Jakarta–Medan

Aktivis VectroID yang cekcok dengan biker.Youtube Aktivis VectroID yang cekcok dengan biker.

“Karakter keras, kaku, atau egois muncul dari lingkungan yang terbangun tanpa mengedepankan kebersamaan, persaudaraan, berbagi, dan tolong menolong. Sehingga tumbuh menjadi pribadi yang tidak mau kalah,” ucap Sony kepada Kompas.com, Jumat (29/1/2021).

Pribadi seperti ini merupakan hal buruk untuk kondisi berkendara di Indonesia. Ketika sedikit ada konflik, yang mereka lakukan adalah emosi yang berujung adu otot. Kemudian, pengetahuan keselamatan dalam mengemudi hukumnya mutlak dikuasai dan dipraktikkan.

Baca juga: Belajar dari Kasus Mobil yang Dikendarai Bocah 14 Tahun Tabrak 8 Motor hingga 1 Tewas

“Mengingat yang dikendarai adalah mesin, bergerak dan mudah sekali mencederai apabila dilakukan secara asal-asalan. Jangan emosi ketika sedang mengemudi, yang penting adalah fokus sampai tujuan dengan selamat,” kata Sony.

Sony mengatakan, karakter pribadi dan pengetahuan keselamatan adalah dasar dari pentingnya mengemudi beretika. Jangan sampai karena kondisi jalan yang macet, waktu yang mepet dan ego yang tinggi, membuat pengemudi melupakan etika berkendara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.