Mengapa Ban Belakang Motor Lebih Cepat Botak?

Kompas.com - 16/01/2021, 14:21 WIB
Seorang petugas outlet pengisian ban dengan nitrogen di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok sedang melayani pelanggan pada Kamis (8/2/2018). Kompas.com/Alsadad RudiSeorang petugas outlet pengisian ban dengan nitrogen di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok sedang melayani pelanggan pada Kamis (8/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.comTekanan udara pada ban motor merupakan hal yang penting untuk menjaga keawetan ban. Jika kekurangan tekanan udara, ban akan lebih cepat rusak selain itu keausannya jadi tidak merata.

Ketika mengisi kembali ban motor setelah digunakan beberapa lama, tekanan udara pada ban belakang lebih cepat berkurang dibanding ban depan. Selain itu juga motor jadi terasa tidak stabil saat tekanan ban belakang kurang.

Mengapa bisa tekanan udara di ban belakang lebih cepat berkurang dibanding ban depan?

Baca juga: Pahami Perbedaan Penggunaan Lampu Sein Bus di Jawa dan Sumatera

Ban Motor bagian depanIstimewa Ban Motor bagian depan

Technical Service & Development Department Head Ban FDR Jimmy Handoyo mengatakan, memang biasanya ban belakang lebih cepat turun tekanan udaranya dibanding ban depan.

“Hal ini terjadi karena fungsi ban belakang sebagai penumpu tosi dan penahan. Beban kerja ban belakang lebih berat dibandingkan ban depan yang sebagai pengendali arah,” ucap Jimmy kepada Kompas.com, Sabtu (16/1/2021).

Dengan tekanan dari luar yang besar tadi, ban belakang bekerja lebih keras, sehingga tekanan udaranya cepat turun. Begitu juga yang dikatakan Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban IRC.

Baca juga: Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek Berlaku Besok, Jangan Lupa Cek Saldo

“Ban belakang memang menanggung beban lebih berat, apalgi ditambah boncengan atau membawa barang,” kata Dodiyanto kepada Kompas.com.

Selain itu, bisa dilihat juga kalau ban belakang motor lebih cepat aus atau habis daripada ban depan. Dengan begitu, bisa terlihat kalau ban belakang lebih disiksa daripada ban depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.