Kecelakaan di Tol Satu Keluarga Tewas, Ingat Bahaya Mengemudi dalam Kondisi Mengantuk

Kompas.com - 15/01/2021, 06:38 WIB
Kondisi mobil Innova rusak berat usai menabrak truk di jalan tol Pekanbaru-Dumai, Riau, yang mengakibatkan lima orang tewas, Rabu (13/1/2021). Dok. Polda RiauKondisi mobil Innova rusak berat usai menabrak truk di jalan tol Pekanbaru-Dumai, Riau, yang mengakibatkan lima orang tewas, Rabu (13/1/2021).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu keluarga tewas di lokasi kejadian setelah mobil yang ditumpanginya terlibat kecelakaan fatal di ruas tol Pekanbaru-Dumai, Rabu (13/1/2021) pagi.

Selain itu, dua korban di mobil Toyota Innova juga harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat.

Kejadian yang melibatkan dua kendaraan, yakni Toyota Innova dan truk Fuso di jalan tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau, tepatnya di kilometer 32.

Kecelakaan parah itu terjadi diduga disebabkan karena sopir mobil Toyota Innova yang diketahui bernama Jonri Simangungsong dalam kondisi mengantuk.

Baca juga: Ini Syarat Bayar Pajak Kendaraan Satu Tahunan di Gerai dan Samsat Keliling

Insiden yang disebabkan karena pengemudi mengantuk memang cukup sering terjadi. Rata-rata sopir memaksakan diri tetap berkendara meskipun kondisi tubuh tidak bugar atau sudah lelah.

Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelahhuffingtonpost.com Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelah

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana mengatakan, mengemudikan kendaraan dalam kondisi mengantuk sangatlah berbahaya.

Untuk itu, jika pengemudi sudah merasakan tubuh lelah atau mengantuk sebaiknya mengambil waktu sejenak sekadar beristirahat.

“Kalau mengantuk sebaiknya pengemudi berhenti sejenak untuk beristirahat, karena kalau tetap memaksakan mengemudi dalam kondisi mengantuk risikonya sangat besar. Bisa terjadi kecelakaan,” kata Sony kepada Kompas.com, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Satu Tahunan Bisa Diwakilkan, Ini Syaratnya

Menurutnya, tidak ada cara lain untuk mengatasi rasa lelah atau mengantuk saat mengemudi selain beristirahat.

Kalau pun ada yang nekat mengonsumsi suplemen agar kondisi tubuh tetap terjaga, hal itu sama saja dengan memaksakan diri.

Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik.

“Efeknya minum suplemen hanya sesaat, boostnya ok atau bagus tapi dropnya cepat, sehingga pengemudi nantinya cenderung memaksakan padahal sudah lelah, ini yang bahaya,” tuturnya.

Untuk menjaga agar kondisi tubuh tetap prima selama berkendara, Sony menambahkan, seorang pengemudi perlu beristirahat secara berkala.

Baca juga: Membeli Kendaraan Bekas, Perlu Cek Status STNK?

Tujuannya adalah untuk memulihkan stamina serta untuk melepaskan penat hingga peregangan selama menempuh perjalanan.

“Idealnya setelah melakukan perjalanan maksimal 3 jam, wajib beristirahat selama 30 menit. Dan menyisihkan waktu tiga menit untuk stretching dan itu harus didukung oleh penumpangnya,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X