Masa PSBB Ketat, Begini Jaga Kondisi Mobil Tetap Prima Selama Tidak Dipakai

Kompas.com - 12/01/2021, 19:02 WIB
Rata-rata satu rumah satu mobil di Jepang dan parkir di garasi sendiri atau di tempat penyewaan. Ghulam/KompasOtomotifRata-rata satu rumah satu mobil di Jepang dan parkir di garasi sendiri atau di tempat penyewaan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat di DKI Jakarta memberi beberapa pembatasan gerak masyarakat. Tujuannya tentu untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

Salah pembatasan adalah di tempat kerja, hanya 25 persen yang work from office (WFO) sedangkan sisanya bekerja dari rumah. Dengan adanya pembatasan ini, mobil pribadi tentunya jadi lebih lama diam di rumah.

Lalu karena di rumah saja, apa yang bisa dilakukan pemilik kendaraan untuk menjaga mobilnya tetap prima saat ingin digunakan kembali?

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Satu Tahunan Bisa Diwakilkan, Ini Syaratnya

Ilustrasi garasi mobil.Ghulam/KompasOtomotif Ilustrasi garasi mobil.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna akan memberikan beberapa tips bagaimana menjaga kondisi mobil agar tetap fit walau tidak digunakan selama dua minggu.

“Pertama mobil bisa dipanaskan, tidak harus setiap hari, bisa dua hari sekali saja sekitar lima menit. Tetapi rpm ditinggikan sedikit sekitar 2.000 rpm,” ucap Suparna kepada Kompas.com, Selasa (12/1/2021).

Kemudian kalau hanya dua minggu, tidak perlu sampai mencopot baterai atau aki mobil. Kemudian yang perlu diperhatikan adalah tekanan udara pada setiap ban. Pastikan tekanannya sesuai standar atau sedikit lebih besar.

Baca juga: Tanggapan PO Bus AKAP Soal PSBB Jawa-Bali

“Karena kalau parkir lama dalam kondisi ban kempis, nanti bannya bisa jadi kotak. Bagian yang menapak dengan lantai akan tertekan dan menimbulkan flatspot. Nanti ketika digunakan akan bergetar dan berbahaya bagi keselamatan,” kata Suparna.

Terakhir adalah mengenai kebersihan, walaupun hanya didiamkan dua minggu, mobil bisa menjadi sarang tikus. Tikus ini bisa menyebabkan kerusakan di kabel dan sistem kendaraan.

“Jadi perlu dicatat soal kebersihan, parkir di tempat yang terang, kalau perlu mesinnya di salon dahulu. Karena ada cairan pembersih jadi tikus enggak terlalu suka,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X