JAKARTA, KOMPAS.com – Transmisi dual-clutch transmission (DCT) populer digunakan pada mobil modern, terutama pada mobil sport dan performa tinggi.
Namun, kini mulai hadir pada mobil kelas menengah Rp 300 jutaan di pasar otomotif nasional.
Teknologi ini menawarkan perpindahan gigi yang lebih cepat dan responsif dibandingkan transmisi otomatis konvensional.
Baca juga: Kecelakaan di Pelintasan KA Bukan Hanya Sopir yang Salah
Meskipun memiliki keunggulan dalam akselerasi, transmisi DCT juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, terutama saat digunakan di kondisi lalu lintas yang padat.
Menurut Lung Lung, pemilik bengkel Dokter Mobil, keunggulan utama DCT adalah kecepatan perpindahan giginya yang bisa terjadi dalam hitungan satu detik.
Hal ini membuat transmisi ini sangat cocok untuk pengendara yang mengutamakan performa tinggi.
"Pada mobil sport, transmisi DCT memberikan akselerasi yang lebih agresif karena pergantian giginya sangat cepat dan minim jeda. Ini memungkinkan tenaga mesin tersalurkan lebih optimal saat berakselerasi," kata Lung Lung kepada Kompas.com, Selasa (25/2/2025).
Namun, ia juga mengingatkan bahwa DCT bukan tanpa kekurangan.
Salah satu kelemahan utama dari transmisi ini adalah kurang nyaman digunakan di kondisi macet.
Hal ini disebabkan oleh sistem kopling ganda yang dirancang untuk perpindahan gigi cepat, sehingga saat sering berhenti dan berjalan, sistem ini bisa mengalami overheating atau bahkan getaran yang mengganggu.
"DCT itu bagus untuk ngebut, tapi kalau dipakai di jalanan macet, justru kurang nyaman. Bisa terasa jeda atau bahkan sedikit tersendat saat perpindahan gigi di kecepatan rendah," ujar Lung Lung.
Selain itu, biaya perawatan dan perbaikan transmisi DCT cenderung lebih mahal dibandingkan transmisi otomatis biasa.
Baca juga: Jangan Abaikan Decitan pada Rem, Bisa Jadi Tanda Masalah Serius
Komponen seperti kopling ganda dan modul kontrol membutuhkan perhatian khusus, terutama jika mobil sering digunakan dalam kondisi lalu lintas padat yang membuat transmisi bekerja lebih keras.
Bagi pengendara yang sering berkendara di jalan bebas hambatan dan mengutamakan performa, DCT bisa menjadi pilihan yang ideal.
Namun, jika lebih sering berkendara di perkotaan dengan kondisi lalu lintas padat, transmisi otomatis konvensional atau CVT mungkin lebih nyaman dan tahan lama.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.