Kilau Marc Marquez Bikin Sinar Pebalap Lain Redup di Lintasan

Kompas.com - 11/01/2021, 09:22 WIB
Marc Marquez perpanjang kontrak dengan Honda hingga akhir 2024. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP) PIERRE-PHILIPPE MARCOUMarc Marquez perpanjang kontrak dengan Honda hingga akhir 2024. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan rahasia umum lagi jika pebalap Repsol Honda Marc Marquez, merupakan rider terkuat di MotoGP. Buktinya, sejak debut musim 2013, The Baby Alien tercatat telah meraih enam gelar juara dunia MotoGP usai naik kelas dari Moto2.

Sayangnya, Marc Marquez gagal mempertahankan gelar juara dunianya, lantaran mengalami cedera patah lengan kanan pada seri pembuka MotoGP 2020 yang berlangsung di Sirkuit Jerez. Alhasil, cedera tersebut memaksa dirinya untuk absen sepanjang musim 2020.

Baca juga: Penyebab Dovi Cabut dari Ducati, Ribut dengan Orang Ini

Absennya pebalap berusia 27 tahun itu, membuat rider lain mulai memperlihatkan tajinya ketika membalap di lintasan. Setidaknya ada sembilan rider yang silih berganti memenangkan balapan sepanjang MotoGP 2020 bergulir.

Mulai dari Fabio Quartararo, Franco Morbidelli, Maverick Vinales, Brad Binder, hingga Joan Mir yang berhasil menyabet gelar juara dunia MotoGP pada musim lalu.

Pembalap Spanyol dari tim Repsol Honda, Marc Marquez, memimpin balapan Grand Prix Spanyol di Sirkuit Jerez - Angel Nieto, Jerez de la Frontera, pada 5 Mei 2019.JORGE GUERRERO Pembalap Spanyol dari tim Repsol Honda, Marc Marquez, memimpin balapan Grand Prix Spanyol di Sirkuit Jerez - Angel Nieto, Jerez de la Frontera, pada 5 Mei 2019.

Kondisi ini kemudian mendapat tanggapan dari Manajer Tim Pramac Ducati Fracesco Guidotti. Menurutnya, kilau Marc Marquez pada MotoGP berhasil membuat sinar pebalap lain redup di lintasan.

“Pada 2019, Marc Marquez berhasil meraih gelar dengan jumlah poin dua kali lipat dari Maverick Vinales di peringkat 3. Jika Marc tidak balapan, rider lain akan bergantian naik podium, bahkan selama bertahun-tahun. Marc satu-satunya pembalap fenomenal. Itu sudah dibuktikan oleh klasemen,” ujar Guidotti dikutip dari GPOne, Minggu (10/1/2021).

Baca juga: Makin Melambat, Rossi Hanya Jadi Figuran di MotoGP

"Kita bicara soal rider yang meraih enam gelar dalam tujuh tahun. Ini bukan opini, melainkan analisa fakta. Jika Anda menghapus Marc dari persaingan, banyak pebalap yang sejatinya ada di depan jadi sangat terlihat jelas," lanjutnya.

Guidotti mengatakan, itu bukti bahwa Marquez memang mendominasi di MotoGP. Guidotti menilai para pembalap lain baru bisa bersinar di lintasan dan kejuaraan jika Marquez absen sebagaimana yang terjadi pada musim lalu.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti kapan Marquez akan kembali ke lintasan. Jika proses pemulihannya berjalan lancar, Marc Marquez diperkirakan bisa pulih dalam kurun waktu dua bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X