Kasus Innova Tabrak Pagar Pembatas, Airbag Pasti Mengembang Saat Terjadi Benturan?

Kompas.com - 04/01/2021, 12:30 WIB
Toyota Kijang Innova mengalami kecelakaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (3/1/2021). INSTAGRAM.com/@tmcpoldametroToyota Kijang Innova mengalami kecelakaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (3/1/2021).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Insiden Toyota Kijang Innova menabrak pembatas jalan hingga tembus kabin yang terjadi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (3/1/2021), banyak mendapatkan perhatian.

Selain karena pembatas jalan yang menembus hingga kabin, juga terkait perangkat keselamatan berupa airbag tidak mengembang ketika kecelakaan terjadi.

Insiden itu pun banyak menimbulkan pertanyaan mengenai kinerja perangkat pembantu keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang tersebut.

Baca juga: Mengapa STNK Kendaraan yang Sudah Dijual Perlu Diblokir?

Mengenai kejadian itu, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi mengatakan, tidak semua tabrakan atau benturan yang terjadi bisa membuat airbag mengembang.

Ilustrasi SRS AirbagIstimewa Ilustrasi SRS Airbag

“Ini yg harus dipahami, bahwa tidak semua tabrakan airbag akan mengembang, tapi yang utama harus menggunakan sabuk pengaman,” kata Didi saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/1/2021).

Jumlah perangkat keselamatan pada setiap mobil-mobil keluaran terbaru juga berbeda-beda. Seperti halnya yang ada pada mobil Toyota Kijang Innova yakni sebanyak tiga tempat.

“Kalau di Kijang Innova ada tiga airbag, seperti pada kemudi, penumpang dan bagian lutut,” tuturnya.

Tetapi, Didi menambahkan, airbag hanya akan bisa mengembang ketika sensor yang ada pada bagian depan terbaca oleh Electronic Control Unit (ECU).

Baca juga: Begini Cara Mudah Blokir STNK Tanpa Harus ke Samsat

Sehingga, meskipun mobil yang dikemudikan mengalami kecelakaan atau benturan parah tidak menjamin airbag bisa mengembang.

Dual SRS Airbag. Toyota Astra Motor (TAM) Dual SRS Airbag.

ECU akan membaca dari sensor, apakah bisa mengambangkan airbag atau tidak karena banyak faktor pendukungnya,” katanya.

Salah satu yang menyebabkan airbag mengembang adalah ketika mobil menabrak benda yang diam tepat di bagian depan.

Baca juga: Cara Blokir STNK Motor dan Mobil Tanpa Perlu Keluar Rumah

Selain sensor bagian depan, airbag juga mengembang saat terjadi benturan sekitar 30 derajat pada bagian pinggir depan mobil, kanan dan kiri.

“Saat terjadi kecelakaan di sisi depan, dengan kecepatan tertentu, airbag akan mengembang 0,03 detik, dan kemudian deflate dalam waktu 0,1 detik,” ucap Didi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X