Cerita Ribuan Kendaraan Dipaksa Putar Balik Saat Menuju Puncak

Kompas.com - 03/01/2021, 07:04 WIB
Kemacetan kendaraan di jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKemacetan kendaraan di jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sudah kembali dibuka, Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, masih menyisakan cerita ketika malam pergantian Tahun Baru 2021 lalu. Biasanya, kawasan ini terkenal padat setiap tahun baru, tapi tidak dengan pergantian tahun ini.

Ketika itu, ribuan kendaraan yang menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor dilaporkan terpaksa diminta untuk putar balik karena tak bisa menunjukkan surat hasil rapid test antigen.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan, kasus terbanyak terjadi pada jelang pergantian tahun 2021 atau Kamis, 31 Desember 2020.

“Memang banyak sekali kendaraan yang diputar balik. Dari data dengan kepolisian pada saat malam Tahun Baru itu ada 1.380 kendaraan yang kita putar balik di Pos Gadog,” kata Agus, Sabtu (2/1/2021).

Baca juga: 106.058 Kendaraan Menuju Jakarta Jelang Puncak Arus Balik

Sejumlah kendaraan tertahan di jalur Puncak Cianjur Jawa Barat imbas dari pemberlakukan satu arah pada libur panjang akhir pekan ini, Sabtu (31/10/2020).KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Sejumlah kendaraan tertahan di jalur Puncak Cianjur Jawa Barat imbas dari pemberlakukan satu arah pada libur panjang akhir pekan ini, Sabtu (31/10/2020).

Kemudian, di waktu yang sama ada sekitar 550 kendaraan diputar balik di kawasan Rindu Alam dari arah Cianjur atau Bandung yang menuju Puncak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rata-rata kendaraan yang diputar balik karena hal serupa, tidak bisa menunjukkan surat hasil rapid tes antigen.

“Memang rata-rata (kendaran yang diputar balik) tidak bawa surat rapid antigen,” ujar dia.

Lalu, tercatat total sudah sebanyak 1.200 pengunjung Puncak yang mengikuti tes rapid antigen di Posko Gadog dan Posko Rindu Alam. Dari jumlah tersebut, 17 orang hasilnya reaktif dan dua orang diantaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Yaman.

Baca juga: Kendaraan yang Pajaknya Mati Tetap Bisa Ditilang, Ini Penjelasannya

“Ada warga Cianjur, ada warga asing dari Yaman dua orang kebetulan tinggal di Jakarta dan berkunjung ke Puncak hasilnya reaktif. Juga ada warga Tangerang tapi paling banyak warga Jakarta,” jelas Agus.

Agus menambahkan, setiap hari saat libur Natal dan Tahun Baru pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyiapkan 200 alat rapid antigen.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.