Benarkah Ban Truk Bias Lebih Merusak Aspal Dibanding Radial?

Kompas.com - 02/01/2021, 16:02 WIB
Ratusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIRatusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ban kendaraan niaga seperti truk bisa dibagi menjadi dua berdasarkan konstruksinya, bias dan radial. Kedua ban ini memiliki karakteristiknya masing-masing.

Kemudian, truk juga sering dibilang sebagai dalang dari rusaknya jalan di Indonesia. Dari kedua model ban ini, ban bias diklaim kalau lebih merusak aspal dibanding ban radial, benarkah begitu?

Rim & Tire Consultant dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Bambang Widjanarko mengatakan, memang benar kalau ban bias lebih merusak aspal dibanding ban radial.

Baca juga: Prediksi Motor Baru yang Akan Meluncur Sepanjang 2021

Footprint ban radial dan biasDOK. BAMBANG WIDJANARKO Footprint ban radial dan bias

“Hal ini disebabkan jejak atau footprint dari ban bias lebih sempit daripada ban radial yang lebih luas,” kata Bambang kepada Kompas.com, Sabtu (2/1/2021).

Misalnya ban truk radial dengan ukuran 10.00 R 20 luas footprint-nya rata-rata sekitar 484 cm persegi. Sedangkan ban bias hanya bagian tengah telapak saja yang menapak, luas footprint-nya kurang lebih setengah dari ban radial.

“Misalnya truk 10 roda memiliki berat total 30 ton, setiap ban rata-rata menyangga tiga ton beban. Jika beban tadi ditumpukan pada 484 cm persegi, pasti lebih ringan daya tekannya dibanding jika footprint-nya hanya separuh,” kata Bambang.

Baca juga: Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Bikin Indonesia Naik Kelas

Dengan daya tekan yang lebih besar tadi, efek ban merusak aspal jadi lebih besar. Namun kembali lagi, jika tetap dimuat beban yang berlebihan, tetap bisa merusak aspal jalan mau pakai model bias atau radial, seperti yang dikatakan Zulpata Zainal, On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk.

“Jalanan cepat rusak karena melebihi kapasitas yang diizinkan untuk setiap jalan. Kalau masih di bawah kapasitas jalan, saya pikir baik radial atau bias tetap tidak masalah,” ucapnya kepada Kompas.com.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X