Harga Mahal Jadi Kendala Bus Listrik di Indonesia

Kompas.com - 29/12/2020, 14:41 WIB
TransJakarta sedang uji coba teknis bus listrik. IstimewaTransJakarta sedang uji coba teknis bus listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mulai mendorong agar masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan atau berbasis energi listrik.

Berbagai langkah dilakukan untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik, mulai dari menyiapkan infrastruktur pendukung hingga regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres).

Menanggapi hal ini Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Ir. Djoko Setijowarno MT mengatakan, pemerintah sudah menargetkan di tahun 2025 kendaraan listrik bisa mencapai 20 persen dari seluruh kendaraan yang diproduksi.

Baca juga: Berbagai Tuntutan Sistem Transportasi RI di Masa Depan

Djoko menambahkan, sebelumnya sudah ada program “buy the service” atau pembelian layanan oleh pemerintah kepada pihak swasta sebagai operator untuk mengoperasikan angkutan bus seperti Bus Rapid Transit (BRT).

Lima kota besar yang akan diterapkan skema beli jasa, yakni Medan, Palembang, Solo, Surabaya, dan Denpasar.

Karyawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Karyawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tahun 2021 rencananya akan di coba satu koridor dulu, rencananya di Surabaya. Surabaya sudah mengusulkan 11 koridor di mana salah satu koridornya di uji coba untuk kendaraan listriknya. Jika tidak ada halangan pertengahan tahun 2021 sudah bisa berjalan,” ujar Djoko saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/12/2020).

Baca juga: Bus Listrik Higer Berharap Bisa Dukung TransJakarta

Sementara untuk di Jakarta, menurut Djoko seharusnya bisa berjalan lebih cepat, karena memiliki anggaran yang cukup besar.

“Namun di sini kendalanya adalah harga bus listrik itu masih mahal, sehingga pemerintah pusat juga sangat mempertimbangkan harga dari mobil itu sendiri,” kata Djoko.

“Kuncinya itu sebetulnya ada di Kementerian Perindustrian, sebab kalau Kementerian Perhubungan kan hanya tinggal menggunakan. Sekarang bagaimana cara Kementerian Perindustrian menghasilkan harga yang lebih kompetitif,” tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.