Salin Artikel

Harga Mahal Jadi Kendala Bus Listrik di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mulai mendorong agar masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan atau berbasis energi listrik.

Berbagai langkah dilakukan untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik, mulai dari menyiapkan infrastruktur pendukung hingga regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres).

Menanggapi hal ini Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Ir. Djoko Setijowarno MT mengatakan, pemerintah sudah menargetkan di tahun 2025 kendaraan listrik bisa mencapai 20 persen dari seluruh kendaraan yang diproduksi.

Djoko menambahkan, sebelumnya sudah ada program “buy the service” atau pembelian layanan oleh pemerintah kepada pihak swasta sebagai operator untuk mengoperasikan angkutan bus seperti Bus Rapid Transit (BRT).

Lima kota besar yang akan diterapkan skema beli jasa, yakni Medan, Palembang, Solo, Surabaya, dan Denpasar.

“Tahun 2021 rencananya akan di coba satu koridor dulu, rencananya di Surabaya. Surabaya sudah mengusulkan 11 koridor di mana salah satu koridornya di uji coba untuk kendaraan listriknya. Jika tidak ada halangan pertengahan tahun 2021 sudah bisa berjalan,” ujar Djoko saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/12/2020).

Sementara untuk di Jakarta, menurut Djoko seharusnya bisa berjalan lebih cepat, karena memiliki anggaran yang cukup besar.

“Namun di sini kendalanya adalah harga bus listrik itu masih mahal, sehingga pemerintah pusat juga sangat mempertimbangkan harga dari mobil itu sendiri,” kata Djoko.

“Kuncinya itu sebetulnya ada di Kementerian Perindustrian, sebab kalau Kementerian Perhubungan kan hanya tinggal menggunakan. Sekarang bagaimana cara Kementerian Perindustrian menghasilkan harga yang lebih kompetitif,” tutupnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/12/29/144100115/harga-mahal-jadi-kendala-bus-listrik-di-indonesia

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.