Kompas.com - 24/12/2020, 18:13 WIB
Dop pelek bus twitterDop pelek bus

JAKARTA, KOMPAS.comModifikasi yang biasa dilakukan pada bus yaitu dengan memakai dop pelek. Aksesoris ini lebih murah dibanding harus mengganti pelek bus, selain itu dop juga bisa dicat sewarna dengan bodi bus.

Biasanya setiap karoseri memiliki motif dop pelek masing-masing. Sehingga dop menjadi sebuah ciri khas dari karoseri apa bus tersebut dibuat. Namun ada juga yang menjualnya sebagai produk aftermarket.

Design Development Karoseri New Armada, Deddy Hermawan mengatakan, fungsi dari dop pelek pastinya untuk estetika, mengubah karakter bus menjadi terkesan elegan atau sporty, tergantung desainnya.

Baca juga: Alasan Hyundai Indonesia Tidak Datangkan Palisade Versi Bensin

Dop pelek busasribus.com Dop pelek bus

Selain itu, memasang dop pelek di bus tidak bisa sembarangan. Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan agar dop pelek bisa terpasang dengan baik dan tidak merugikan pemilik bus.

“Perhatikan bracketnya, harus mampu terpasang dengan cukup aman sehingga tidak mudah terlepas sewaktu dalam perjalanan,” ucap Deddy kepada Kompas.com, Kamis (24/12/2020).

Karena jika dop pelek terlepas saat bus berjalan, tentu bisa berbahaya bagi pengguna jalan lainnya, apalagi yang terbuat dari aluminium. Selain backetnya, perhatikan juga besar lubang yang ada di dop pelek.

Baca juga: Cicilan Nissan Magnite Mulai Rp 3 Jutaan, Mobil Dikirim Maret 2021

“Bentuk dan besaran lubang dop pelek juga patut diperhatikan. Apabila terlalu kecil, sewaktu pengereman, pembuangan panas dari kampas dan tromol akan terhambat,” kata Deddy.

Jika pembuangan panas kurang maksimal, efeknya yaitu braking system dapat mengalami kendala. Tentu saja hal ini harus dihindari, jangan sampai karena ingin gaya malah menyepelekan keselamatan di jalan raya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X