- Pimpinan memberi sinyal berupa tiupan peluit panjang satu kali sebagai tanda persiapan awal
- Peluit 2 kali sebagai isyarat mempersiapkan motor masing-masing dan menyalakan mesinnya. Kemudian, posisikan motor di belakang pimpinan
- Pimpinan angkat tangan kiri, diikuti peserta paling belakang, kemudian estafet hingga peserta di belakang pimpinan sebagai tanda semua peserta sudah siap.
5. Masuk Badan Jalan
- Wajib formasi satu baris dan berjalan di sisi kiri
- Gunakan kecepatan rendah sampai semua rombongan masuk badan jalan hingga siap melakukan perjalanan.
6. Formasi satu baris dan zig-zag
- Formasi satu baris digunakan saat pandangan terbatas seperti ketika hendak menyusul, menikung, dan berhenti di pinggir jalan
- Formasi zig-zag digunakan dalam keadaan lalu lintas tidak padat atau macet, supaya jarak pandang semua rombongan jadi luas dan menjaga jarak pengereman dalam kondisi darurat.
7. Menyusul
Teknis menyusul wajib dilakukan satu per satu dan hanya dari satu sisi sesuai arahan pimpinan.
8. Posisi berbelok
Saat berbelok wajib kembali dalam formasi satu baris dan membentuk pola huruf L atau ikuti marka jalan yang ada agar tak mengambil hak pengguna jalan lain.
9. Berhenti di lampu lalu lintas
- Ketika berhenti di lampu lalu lintas ubah formasi zig-zag menjadi dua baris.