Vinales Sebut MotoGP 2020 Musim Terburuk

Kompas.com - 01/12/2020, 15:03 WIB
Maverick Vinales saat berlaga di MotoGP Valencia. (Photo by LLUIS GENE / AFP) LLUIS GENEMaverick Vinales saat berlaga di MotoGP Valencia. (Photo by LLUIS GENE / AFP)

PORTIMAO, KOMPAS.com - Maverick Vinales mengatakan MotoGP 2020 merupakan musim terburuk selama karirnya. Vinales mengatakan Yamaha harus memperbaiki M1 musim depan.

Di akhir musim 2020 Vinales hanya berada di posisi keenam klasemen pebalap. Catatan ini merupakan peringkat terendah selama karirnya sejak 2016 saat masih di Suzuki.

Baca juga: Stoner Bilang Quartararo, Vinales, dan Dovi Terburuk Performanya

Vinales bahkan kalah dari Franco Morbidelli yang menjadi runner up 2020. Padahal Morbidelli berasal dari tim satelit dan memakai spek motor di bawahnya.

Franco Morbidelli mulai incar gelar juara dunia. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)PIERRE-PHILIPPE MARCOU Franco Morbidelli mulai incar gelar juara dunia. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)

Pebalap Spanyol itu sedikit tertolong sebab Fabio Quartararo, rekan setimnya di Monster Energy Yamaha musim depan berada di posisi kedelapan klasemen akhir.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Setidaknya saya memenangkan kejuaraan kecil ini," kata Vinales soal Quartararo, mengutip Crash.net, Selasa (1/12/2020).

"Itu sesuatu yang positif. Tapi jelas, ini musim yang sangat buruk. Musim terburuk dalam karir saya. Sulit untuk menerimanya," kata Vinales mengutip Crash.net, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Kepala Mekanik Joan Mir Beberkan Rahasia Pebalapnya

Maverick Vinales saat berlaga di MotoGP Valencia. (Photo by LLUIS GENE / AFP)LLUIS GENE Maverick Vinales saat berlaga di MotoGP Valencia. (Photo by LLUIS GENE / AFP)

Sepanjang 2020, Vinales banyak menerima sial. Di awal musim mesin motor Yamaha terkendala masalah katup. Dia kemudian harus balapan dengan sisa mesin yang sedikit.

Vinales kemudian juga bermasalah dengan rem blong yang berpotensi sangat berbahaya. Kemudian di akhir musim dia harus start dari pit karena memakai mesin tambahan.

"Tapi bagaimanapun, sekarang saatnya untuk pulang, tetap tenang, dan terserah orang lain untuk khawatir, saya akan berusaha meningkatkan diri saya sendiri," katanya.



Sumber Crash
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X