Viral, Video Solidaritas Skuteris Vespa Klasik Tolong Bapak Tua yang Mogok

Kompas.com - 26/11/2020, 17:21 WIB
Satu Vespa sejuta saudara Foto: Tangkapan layar akun Instagram @mabscootSatu Vespa sejuta saudara
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Solidaritas pengguna Vespa klasik selalu menarik disimak. Lewat slogan "satu Vespa sejuta saudara", semboyan para skuteris Tanah Air ini mengajarkan bahu-membahu di jalan.

Seperti sebuah video yang belum lama viral di media sosial. Sekelompok skuteris yang mayoritas anak muda membantu pria paruh baya yang Vespa-nya sedang mengalami kesulitan di jalan.

Denny Yosua, salah satu penggemar Vespa, mengatakan, budaya tolong-menolong memang lekat dengan dunia anak Vespa, terutama untuk model klasik atau yang masih bermesin 2-tak.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by MAri BerSCOOTer (@mabscoot)

"Selama kita naik Vespa pasti pernah bantuin orang, atau membantu orang lain. Sampai sekarang saya naik Zip kalau ada Vespa 2-tak lagi mogok pasti berhenti," katanya kepada Kompas.com, Kamis (26/11/2020).

Denny mengatakan, berhenti saja sudah suatu wujud solidaritas sesama pemakai Vespa. Meski dia mengatakan belum tentu bisa memberikan solusi, tetapi ada rasa kekeluargaan di dalamnya.

"Walaupun saya mungkin tidak begitu paham soal mesin, setidaknya saya bisa bantu untuk hal kecil. Misalnya seperti membelikan bensin kalau habis bensin, atau mungkin stut (dorong pakai kaki)," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Denny mengatakan, video yang viral dari akun Instagram @mabscoot dan di akun TikTok saat sedang touring tersebut merupakan ciri skuteris sejati.

Baca juga: Jajal Vespa Sei Giorni II Edition, Lebih Galak

Bengkel Vespa klasikOtomania/Setyo Adi Bengkel Vespa klasik

Di lain sisi, Denny juga buka suara mengenai budaya solidaritas di kalangan pemakai Vespa yang saat ini dianggap sebagian orang mulai luntur karena masuknya Vespa matik.

"Kalau saya lihat di medsos skuteris tetap membudayakan satu Vespa sejuta saudara. Cuma Vespa matik kan tidak selamanya dibeli oleh skuteris, jadi budaya itu mulai tidak kena," katanya.

"Banyak penyuka Vespa, tapi mungkin (yang matik) belum dapat edukasi itu, dan itu wajar namanya barang dijual massal. Tapi, pelan-pelan akan masuk edukasi dan kampanye seperti itu," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X