Pelajar Dilarang Bawa Motor ke Sekolah, Pemerintah Harus Sediakan Angkutan

Kompas.com - 24/11/2020, 11:42 WIB
Mulai Maret lalu, siswa bermotor di SMAN 19, Bandung, diizikan masuk gerbang sekolah bila mereka  memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan memberi tumpangan pada seorang temannya. DOK. TMMINMulai Maret lalu, siswa bermotor di SMAN 19, Bandung, diizikan masuk gerbang sekolah bila mereka memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan memberi tumpangan pada seorang temannya.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah diminta untuk menyediakan moda transportasi khusus pelajar jika nantinya mereka tidak lagi diperbolehkan membawa sepeda motor ke sekolah.

Pasalnya, selama ini salah satu yang menjadi penyebab banyak siswa menggunakan kendaraan roda dua ke sekolah adalah ketersediaan transportasi umum yang kurang memadai.

Sehingga, pelajar memilih naik motor meskipun hal tersebut cukup berbahaya dan masuk sebagai bentuk pelanggaran lalu lintas.

Budiyanto, Pemerhati masalah transportasi, mengatakan, adanya larangan pelajar mengendarai motor ketika ke sekolah sangatlah bagus.

Baca juga: Jika SIM Hilang, Pemilik Harus Bikin Baru Lagi?

Mengingat, selama ini tidak sedikit pelajar yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Pelanggaran lalu lintas dan korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar relatif cukup memprihatinkan dan perlu mendapatkan perhatian dari kita semua,” kata Budi kepada Kompas.com, Selasa (24/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akan tetapi, menurut mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya itu, ketika pelajar tidak lagi boleh membawa motor pemerintah juga harus menyediakan moda transportasi yang memadai bagi siswa.

Petugas bus sekolah dari Dishub DKI menggunakan alat pelindung diri mengantar pasien positif Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) di Puskesmas Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2020). Total sebanyak 21 Pasien positif Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) yang dipindahkan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet untuk di karantina.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas bus sekolah dari Dishub DKI menggunakan alat pelindung diri mengantar pasien positif Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) di Puskesmas Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2020). Total sebanyak 21 Pasien positif Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) yang dipindahkan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet untuk di karantina.

Dengan begitu, para pelajar tidak menggunakan kendaraan roda dua sendiri melainkan menggunakan transportasi umum yang lebih aman dan nyaman.

“Adanya larangan naik motor bagi para pelajar menurut pendapat saya cukup bagus hanya harus ada solusi dari pemerintah untuk menyediakan sarana transportasi(bus sekolah dan akses angkutan umum yang aman, nyaman dan memadai),” tuturnya.

Baca juga: Catat, Ini Syarat dan Biaya Mengurus SIM yang Hilang

Pelarangan bagi pelajar membawa sepeda motor menurut Budi ada beberapa aspek pertimbangannya.

Aiptu Jailani (tengah) dengan sabar membimbing calon pemohon SIM untuk berlatih di halaman Satlantas Polres Gresik, Jumat (16/11/2018).KOMPAS.com/HAMZAH Aiptu Jailani (tengah) dengan sabar membimbing calon pemohon SIM untuk berlatih di halaman Satlantas Polres Gresik, Jumat (16/11/2018).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.