Seberapa Pengaruh BBM Oktan Tinggi terhadap Performa Kendaraan?

Kompas.com - 16/11/2020, 08:12 WIB
Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak cara yang dilakukan oleh pemilik kendaraan guna meningkatkan performa tunggangannya.

Salah satu yang sering dilakukan dan paling simpel, yakni menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai oktan lebih tinggi dari standar.

Banyak yang percaya dengan menggunakan bensin dengan Research Octane Number ( RON) tinggi otomatis akan membuat pembakaran di ruang mesin menjadi lebih sempurna.

Dengan begitu, maka performa mesin juga akan lebih bagus dibandingkan ketika menggunakan bensin dengan oktan rendah.

Baca juga: STNK Mati 2 Tahun Diblokir, Kendaraan Jadi Barang Rongsokan

Sebenarnya, seberapa pengaruh nilai oktan BBM terhadap performa kendaraan? Menanggapi hal itu, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi mengatakan, sebenarnya dalam penggunaan bahan bakar untuk kendaraan yang paling bagus sesuai dengan kompresinya.

Sejumlah pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Sejumlah pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300.

“Yang tidak terlalu tinggi atau pun terlalu rendah, karena baik terlalu tinggi atau rendah akan ada efeknya terhadap mesin,” kata Didi kepada Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

Didi menambahkan, misalkan saja kendaraan menggunakan bensin dengan RON lebih tinggi. Menurutnya, bisa saja akan berpengaruh terhadap performa mesinnya karena pembakaran yang terjadi bisa lebih sempurna.

“Tetapi, efeknya juga ada yakni membuat mesin menjadi lebih panas yang disebabkan karena bahan bakar yang digunakannya,” ujar Didi.

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

Kondisi tersebut justru bisa berdampak pada keawetan komponen kendaraan.

Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). Kelangkaan BBM mulai muncul di beberapa daerah menyusul wacana kenaikan harga BBM karena komsumsi BBM melebihi batas maksimal 46 juta kiloliter.AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). Kelangkaan BBM mulai muncul di beberapa daerah menyusul wacana kenaikan harga BBM karena komsumsi BBM melebihi batas maksimal 46 juta kiloliter.

 

Misalkan knalpot gampang keropos atau pun komponen lainnya seperti seal, bearing yang cepat aus.

Dalam kesempatan berbeda, Executive Coordinator Service Division PT Astra Daihatsu Motor ( ADM) Bambang Supriyadi mengatakan, penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan tinggi bisa meningkatkan performa mesin.

Dengan catatan kompresi rasio kendaraan juga harus tinggi atau sesuai dengan bahan bakar yang digunakan.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

“Bisa saja meningkatkan performa kendaraan, kalau kompresi rasionya juga tinggi. Tapi kalau rasio kompresinya rendah dan memakai oktan tinggi maka tenaganya juga tidak akan maksimal,” kata Bambang.

Dengan begitu, Bambang menambahkan, otomatis performa mesin atau power kendaraan juga tidak akan bisa maksimal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X