Elektrifikasi Picu Persaingan Ketat Industri Otomotif Indonesia

Kompas.com - 16/11/2020, 08:02 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Persaingan industri otomotif tanah Air dipercayai akan semakin ketat hingga lima tahun mendatang seiring dengan perkembangan pasar dan kendaraan ramah lingkungan berbasis baterai atau elektrifikasi.

Bersamaan dengan itu, tak sedikit pabrikan yang mulai menunjukkan komitmennya melalui investasi berkesinambungan di Indonesia, mulai dari Jepang, China, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat (AS).

"Indonesia memiliki potensi yang luar biasa di sektor otomotif. Tidak hanya pasar (populasi) saja, tapi juga beragam rencana jangka panjangnya seperti pembuatan pabrik baterai," kata Pengamat Otomotif, Bebin Djuana saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

Baca juga: Pembangunan Pabrik Baterai Tesla di Indonesia Segera Dimulai

Salah satu industri yang memproduksi kendaraan, Jakarta, Sabtu (17/10/2020).Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian Salah satu industri yang memproduksi kendaraan, Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Langkah strategis para pabrikan otomotif ini sebenarnya sudah bisa tercium dalam lima tahun belakangan yang diawali produsen asal China, yakni Wuling Motors dan DFSK.

Wuling Motors, yang mendapatkan izin pendirian pabrik di kawasan Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat seluas 30 hektare pada 2015 berhasil mendatangkan total investasi sebesar 700 juta dolar AS.

Tepat di 22 Mei 2017, merek mobil ini meluncurkan seri kendaraan keluarga perdananya yaitu Wuling Confero dengan jenis low multi purpose vehicle (LMPV). Kini, total ada empat model yang diproduksinya.

Tak berselang lama, Langkah serupa diambil oleh PT Sokonindo Automobile (DFSK) yang menempatkan pabriknya di Cikande, Serang, Banten dengan investasi mencapai lebih dari 150 juta dolar AS.

Baca juga: Persaingan Sengit Menuju Juara Baru MotoGP 2020 Tanpa Marc Marquez

Pekerja menyelesaikan perakitan mobil wuling di Pabrik Wuling Motors, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Pabrik seluas 60 hektar yang terdiri dari pabrik manufaktur dan supplier park mampu memproduksi 120.000 unit kendaraan pertahun.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pekerja menyelesaikan perakitan mobil wuling di Pabrik Wuling Motors, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Pabrik seluas 60 hektar yang terdiri dari pabrik manufaktur dan supplier park mampu memproduksi 120.000 unit kendaraan pertahun.

Menariknya, pabrik menggunakan teknologi terkini sehingga mendekati industri 4.0 sebagai 'smart factory' berstandar internasional. Artinya, di sana banyak kegiatan produksi yang dilakukan secara robotik sehingga pengerjaan lebih presisi, efektif, serta efisien.

Melalui DFSK Glory 580 sebagai produk pertama yang diluncurkan pada pertengahan 2018, perusahaan bertekad untuk memenuhi lebih dari 50 persen kandungan lokal kebutuhan suku cadang dalam kurun waktu tiga tahun, dengan target akhir mencapai 80 persen.

Jelang penutupan tahun 2019, Hyundai Motor Company memutuskan untuk menanamkan investasi sebesar 1,54 miliar dolar AS di Indonesia yang dimanfaatkan untuk membangun pabrik dan pengembangan serta produksi kendaraan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X