Jangan Sembarangan Modifikasi Kelistrikan Mobil, Bisa Sebabkan Kebakaran

Kompas.com - 12/11/2020, 08:12 WIB
Ilustrasi mobil terbakar howkenya.comIlustrasi mobil terbakar
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Melakukan modifikasi pada kendaraan pribadi memang sudah menjadi hal wajar yang dilakukan oleh para pemilik kendaraan.

Tidak hanya kendaraan roda dua, modifikasi juga seringkali dilakukan oleh para penggila kendaraan roda empat.

Selain mengubah tampilan sesuai yang diinginkan, modifikasi seringkali merambah bagian kelistrikannya.

Mulai dari penambahan lampu-lampu, sound atau penambahan aksesori lain yang membutuhkan daya dari kelistrikan mobil.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

Tetapi, kadang pemilik mobil mengabaikan faktor keselamatan ketika melakukan penambahan beban kelistrikan pada kendaraannya.

Sejumlah mobil modifikasi di pamerkan saat acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (19/8/2017). GIIAS 2017 akan berlangsung hingga 20 Agustus 2017KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah mobil modifikasi di pamerkan saat acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (19/8/2017). GIIAS 2017 akan berlangsung hingga 20 Agustus 2017

Padahal, penggunaan perangkat yang tidak sesuai dengan standar pabrikan bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.

Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor ( ADM) Bambang Supriyadi mengatakan, melakukan modifikasi kelistrikan pada mobil tidak seimbang antara manfaat dan risikonya.

“Hal ini berkaitan dengan kemampuan kabel yang digunakan dan juga saat melakukan penyambungan,” kata Bambang kepada Kompas.com, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

Bambang menambahkan, ketika pemilik mobil ingin melakukan modifikasi kelistrikan benar-benar harus diperhatikan risikonya yakni terjadinya kebakaran.

“Harus diperhatikan kemampuan kabel, tidak boleh mengupas kabel untuk sambungan dan beban atau besarnya beban yang akan dipasang tersebut,” ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X