Sepeda Motor yang Sering Hajar Lubang, Perhatikan Komponen Ini

Kompas.com - 04/11/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi : Pengendara motor menghindari jalan berlubang di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2013) KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUSIlustrasi : Pengendara motor menghindari jalan berlubang di Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2013)

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim hujan dan banjir kerap menimbulkan jalanan berlubang. Bahkan di Jakarta kondisinya cukup memprihatinkan, hampir semua ruas terdapat lubang yang siap mencelakai sepeda motor yang melintas jika tidak waspada.

Jika motor terpaksa menghajar atau tak sengaja terperosok berkali-kali, ada beberapa komponen yang patut diwaspadai karena rentan rusak.

“Kalau terus-terusan kena lubang sudah pasti timbul masalah, terutama kaki-kaki. Gejalanya macam-macam, mulai dari setir terasa oleng sampai muncul bunyi-bunyian di bagian kaki-kakinya,” ujar Kepala Bengkel Mekar Bintaro Adih kepada Kompas.com.

Baca juga: Perbedaan Mobil Penggerak Depan dan Belakang saat Over Steer

Saat mulai muncul gejala-gejala tersebut, coba cek komponen-komponen berikut ini:

1. Ban

Sering terkena lubang di posisi yang sama, mengakibatkan ban benjol atau membuat permukaannya tidak datar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Pelek

cat ulang pelek motorKompas.com/Fathan Radityasani cat ulang pelek motor

Ini yang sering bermasalah jika terus-menerus terbentur. Obat sementara, yang pakai pelek jari-jari sebaiknya disetel pelek. Sedangkan penggunaan pelek racing, di-press. Perhatikan seksama untuk pengguna pelek racing, jika sudah parah biasanya ada bagian yang retak dan wajib diganti.

3. Leher as roda

Termasuk salah satu yang sering jadi ‘penyakit’ setelah terkena lubang. Laher aus karena benturan dan membuat posisi roda tak presisi.

Baca juga: Ini Penyebab Boks CVT Skutik Bunyi

4. Komstir

Beranjak ke atas, ada komstir yang menyerap benturan dari daerah kaki. Biasanya leher komstir aus dan membuat setang terasa berat.

5. Shockbreaker

Daya redam sudah tidak maksimal akibat oli tidak pernah diganti. Seringnya bekerja secara ekstre, karena benturan adalah salah satu faktor utama. Penggantian oli shockbreaker disarankan paling tidak setiap 12.000 km.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.