Berkaca Pengeroyokan oleh Anggota Moge, Bagini Cara Konvoi yang Nyaman

Kompas.com - 01/11/2020, 08:22 WIB
Komunitas HOG Anak Elang Jakarta Chapter akan gelar touring perdananya YUDI MALEHA#15Komunitas HOG Anak Elang Jakarta Chapter akan gelar touring perdananya

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota klub motor gede (moge) Harley Owners Group (HOG) terlibat pengeroyokan anggota TNI saat melakukan touring di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Atas kejadian tersebut dua anggota HOG ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu 13 unit motor dengan merek Harley-Davidson yang dipakai konvoi ikut ditahan.

Kejadian bermula saat ada rombongan konvoi yang tertinggal. Saat mengejar barisan depan rombongan bersikap arogan dan membuat dua anggota TNI yakni Serda Yusuf dan Serda Mistari nyaris jatuh.

Karena kejadian tersebut Serda Yusuf kemudian mengejar dan memberhentikan rombongan. Setelah berhenti rombongan itu justru mengejar dan mengeroyok korban.

Baca juga: Agar Tak Bikin Emosi Pengguna Jalan Lain, Pahami Etika Pakai Lampu Dim

Anggota TNI dikeroyok geng motor gede di Bukittinggi, Sabtu (30/10/2020)Foto: Screenshot video Anggota TNI dikeroyok geng motor gede di Bukittinggi, Sabtu (30/10/2020)

Terlepas dari kejadian tersebut, konvoi motor memang perlu pemahaman, Head Of Safety Riding Wahana, Agus Sani, mengatakan, peran road captain dan sweeper sangat penting saat touring.

“Pertama, adanya pemimpin konvoi atau road captain yang memimpin sampai ke tujuan. Kemudian peserta konvoi juga disesuaikan dengan jauh-dekatnya jarak yang ditempuh,” ucap Agus kepada Kompas.com, belum lama ini.

Agus mengatakan, jumlah peserta juga mesti dibatasi. Jika terlalu banyak lebih baik dibuat beberapa kloter. 

Jika perjalanan jauh ke luar kota, jumlah peserta maksimal 15 motor dan untuk touring di dalam kota atau biasa disebut rolling thunder bisa sampai 30 motor atau lebih.

Alasan dibatasinya jumlah peserta konvoi untuk mencegah kemacetan dan mengurangi risiko kecelakaan. Rombongan yang besar juga bisa dibagi ke dalam kelompok- kecil sehingga masih bisa terkontrol dengan efektif.

Bobotnya lebih ringan 53 kg dibandingkan model touring Harley-Davidson lainnya.Harley-Davidson Bobotnya lebih ringan 53 kg dibandingkan model touring Harley-Davidson lainnya.

“Semakin banyak peserta maka semakin sulit mengontrol rombongan, apalagi jika keterampilan masing-masing rider berbeda. Lebih baik lagi jika dibagi menjadi beberapa kloter, nanti berkumpul di titik temu,” kata Agus.

Baca juga: Bahaya Ganti Mika Bening pada Lampu Rem Sepeda Motor

Petugas-petugas konvoi seperti road captain, sweeper, mekanik, medis juga perlu koordinasi. Selain itu tiap peserta sebaiknya mengenal rute, sehingga kalau terpisah bisa mudah menyusul.

“Semua peserta juga harus mengetahui rute yang akan ditempuh. Jangan lupa untuk melakukan istirahat setelah 2 jam sampai 2,5 jam perjalanan,” kata dia.

Setyo Suyarko, Trainer Yamaha Riding Academy On Road dan Off Road, mengatakan, saat touring tiap peserta harus mengedepankan pengertian sesama pemakai jalan.

“Ketika konvoi, juga masih ada yang merasa kalau rombongan tersebut adalah prioritas di jalan. Yang begini biasanya pengguna jalan lain diminta untuk minggir, ini sangat salah,” ucap Setyo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X