Tekanan Udara Ban Dikurangi, Meningkatkan Pengereman di Jalan Basah?

Kompas.com - 27/10/2020, 09:42 WIB
Ilustrasi ban mobil KOMPAS.com/RulyIlustrasi ban mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban merupakan komponen terpenting pada kendaraan bermotor dalam menjaga penguasaan kestabilan berkendara khususnya saat situasi jalan basah.

Tetapi, seiring dengan penggunaan mobil, banyak pengendara yang salah kaprah dalam memahami kondisi ban ketika digunakan ketika musim penghujan.

Alih-alih memastikan tekanan udara ban sudah sesuai anjuran, banyak pengendara justru menguranginya dengan harapan agar tapak ban bisa menempel permukaan jalan lebih banyak sehingga pengereman lebih baik.

Baca juga: Menyalakan Lampu Hazard Saat Hujan Lebat, Justru Berbahaya

Ilustrasi tekanan angin banKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi tekanan angin ban

"Kenyataannya, justru saat tekanan udara ban di bawah anjuran, terjadi struktur berbentuk W, di mana bagian tengah tapak ban tidak menyentuh permukaan jalan," ujar Chief Technology Officer Goodyear Chris Helsel dalam keterangan resmi perseroan, Senin (26/10/2020).

Sebaliknya, lanjut dia, ketika ban diberi tekanan angin lebih tinggi dari anjuran, maka telapak ban membentuk struktur U dimana hanya bagian tengah ban yang menyentuh jalan.

Keduanya tidak memberikan daya cengkram ban maksimum yang dibutuhkan saat mobil melintasi genangan air.

"Masalah-masalah itu seperti kurangnya traksi, tapak ban menjadi lebih cepat aus, bahkan yang paling fatal ialah kerusakan pada ban," tambah keterangan tersebut.

Lantas apa yang harus dilakukan pada ban jika hujan terjadi?

Cukup bertahan dengan tekanan angin yang sudah direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan bermotor terkait.

Baca juga: Mana yang Lebih Dulu Diganti, Ban Depan atau Belakang?

Kode ukuran di dinding ban mobilGridOto.com Kode ukuran di dinding ban mobil

Selain itu, periksa tekanan angin setidaknya sebulan sekali untuk memastikannya tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.

Dalam kesempatan sama, Goodyear Indonesia kembali menyatakan bahwa produk terbarunya yaitu Goodyear Eagle F1 Sport mampu menghasilkan pengereman secara efektif baik dijalan basah maupun kering.

Hal ini dikarenakan telapak ban punya blok bahu luar dan dalam yang lebih lebar, sehingga penguasaan ban jadi lebih sempurna ketika berkelok. Sementara desain cakar elangnya berkontribusi membagi tekanan beban secara merata.

Sedangkan silica yang dicampur kedalam kompon dan tambahan matrix polymer meningkatkan reaksi kimiawi dan percampuran di dalam kompon. Jadi, menghasilkan performa daya tempel karet yang lebih optimal saat dibutuhkan pengereman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X