Menyalakan Lampu Hazard Saat Hujan Lebat, Justru Berbahaya

Kompas.com - 26/10/2020, 09:02 WIB
Salah kaprah lampu hazard automotiveaddicts.comSalah kaprah lampu hazard

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara pada musim hujan tidak hanya menuntut kesiapan mobil, tetapi juga pengendaranya. Selain harus meningkatkan kewaspadaan, pengemudi wajib mengerti tiap fungsi dari kelengkapan dan fitur yang ada pada kendaraan.

Menurut Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi, sampai saat ini masih banyak pengemudi mobil salah kaprah dalam memanfaatkan fitur yang ada. Paling sering dengan menyalakan lampu hazard saat hujan lebat di jalan.

“Menghidupkan lampu hazard saat berkendara musim hujan itu salah, sebab tidak sesuai fungsinya. Lampu hazard disediakan sebagai penanda dalam kondisi darurat, seperti kecelakaan, mogok, dan lainnya, jadi salah fungsi bila digunakan saat musim hujan,” ujar Anjar kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Hasil Moto2 GP Teruel, Sam Lowes Menang, Andi Gilang Finis Posisi 21

Anjar menambahkan, selama ini dalih pengendara menyalakan lampu hazard ketika hujan lebat sebagai penanda atau sinyal bagi pengendara lain. Padahal menyalakan hazard sangat berbahaya karena berpotensi membuat kecelakaan bagi pengendara lain, terutama yang berada di belakang.

Ilustrasi Lampu HazardOtomotifnet Ilustrasi Lampu Hazard

Saat menghadapi hujan deras, Anjar menyarankan lebih baik pengendara menyalakan lampu besar pada mobil. Sementara bila memang jarak pandang sangat terbatas, bisa ditambah menggunakan fog lamp sekaligus melambatkan laju kendaraan.

Baca juga: PSBB Transisi DKI Diperpanjang, Ganjil Genap Belum Berlaku

“Lebih pasang lampu utama, kalau kurang tambah pakai fog lamp. Intinya jangan menggunakan hazard ketika berjalan, kondisi membuat pengendara lain bingung. Pemilik mobil juga harus mempelajari tiap fungsi fitur pada mobil agar bijak menggunakannya,” katanya.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu juga pernah menyampaikan bahaya menyalakan hazard saat berkendara saat hujan. Menurut Jusri, selain membuat pengendara lain bingung, sinar lampu yang selalu berkedip juga dapat menurunkan konsentrasi pengendara di belakang.

“Jarak pandang minim saat hujan deras. Jika sampai ada yang menyalakan hazard, tentu itu bisa membuat pandangan pengendara di belakang menjadi silau hingga hilang konsentrasi,” kata Jusri.

Selain itu, dengan kondisi hazard menyala, ketika kendaraan hendak belok atau pindah jalur justru bisa mengagetkan pengguna jalan lain. Menyalakan lampu sein juga tidak berguna ketika hazard hidup, karena tidak berfungsi. Situasi ini juga jadi salah satu alasan mengapa hazard tidak boleh digunakan ketika berkendara saat hujan lebat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X