Deretan Merek Mobil yang Hengkang dari Indonesia

Kompas.com - 23/10/2020, 18:02 WIB
Chevrolet Trax mendadak diburu konsumen Chevrolet Trax mendadak diburu konsumen

JAKARTA, KOMPAS.com - Persaingan kendaraan roda empat di dalam negeri semakin ketat dan panas. Hal ini lantaran pertumbuhan sektor otomotif yang semakin dinamis dan potensial.

Produk yang ditawarkan ke konsumen pun semakin beragam, mulai dari segmen mobil murah (LCGC) hingga kapasitas besar seperti MPV atau SUV.

Namun, tidak semua produsen atau merek mampu menuai kesuksesan. Bahkan beberapa di antaranya terpaksa harus hengkang atas pertimbangan yang berkesinambungan.

Berikut 7 merek mobil yang sudah kibarkan bendera putih di Indonesia yang sudah tim Kompas.com rangkum.

Baca juga: Bisakah Tampang Xpander Biasa Dimodifikasi Jadi Black Edition?

1. Opel

Opel Blazer jadi salah satu SUV yang kini dihargai dengan harga bersahabatGridOto.com Opel Blazer jadi salah satu SUV yang kini dihargai dengan harga bersahabat

Opel pertama kali eksis di Indonesia pada tahun 1990-an dengan produk Blazer.

Saat itu, General Motor mempercayakan PT General Motor Buana Indonesia untuk memproduksi dan mendistribusikan mobil bertampang tangguh tersebut. Kemudian langkah ini dapat tanggapan positif dari kalangan menengah ke atas.

Namun kiprah Opel mulai meredup pada tahun 2005 hingga menutup parbiknya. Kemudian, General Motors (GM) melepas kepemilikan merek Opel ke PSA Group karena gagal mencapai target balik modal pada 2016. Kesepakatan ini terjadi berkat pemberian dana 2,3 miliar dolar AS.

2. Chevrolet

Merek Chevrolet di India bakal hilang dari peredaran.automotive news Merek Chevrolet di India bakal hilang dari peredaran.

Usai gagal dengan Opel, General Motors kembali harus mengangkat bendera putih untuk pasar Indonesia atas merek Chevrolet dengan alasan serupa yakni persaingan bisnis.

Penghentian penjulanan Chevrolet di dalam negeri dilaksanakan pada akhir Maret 2020. Kendati demikian, agen pemegang merek tetap memastikan layanan purna jualnya.

Beberapa produk yang sempat diandalkan dahulu ialah Chevrolet Spin, Chevrolet Trax, Chevrolet Captiva dan Chevrolet Trailblazer.

Baca juga: BMW Luncurkan R18 Classic Bertampang Jadul

3. Ford

All-New Ford Everest meluncur perdana di BeijingAzwar Ferdian/KompasOtomotif All-New Ford Everest meluncur perdana di Beijing

Sejak tahun 2000, PT Ford Motor Indonesia telah berdiri dan mendapat hak sebagai agen tunggal pemegang merek (APM) Ford di Tanah Air.

Ford mulai dikenal masyarakat Indonesia sebagai produsen kendaraan tangguh seperti Ranger dan Everest. Tak lama berselang, Ford Indonesia melengkapi jajaran produk Ford dengan Focus, Escape, hingga Fiesta. Sayangnya, Ford harus hengkang di 2016 karena keputusan bisnis dan prinsipal.

4. Subaru

Ilustrasi Subaru Forester 2.0 2012autoevolution.com Ilustrasi Subaru Forester 2.0 2012

Kehadiran Subaru di Indonesia menjadi angin segar para pecinta kendaraan roda empat. Pasalnya, Subaru datang membawa identitas unik sebagai produsen mobil berpenggerak 4WD dan mengusung mesin boxer.

Merek ikonik ini memasarkan beberapa model mobil, seperti Forester, Exiga, hingga Impreza.

Sayangnya, pabrikan asal Jepang ini harus hengkang dari Indonesia karena tersandung masalah pajak. Penjualan serta atusan mobil Subaru disita karena pemalsuan pajak dokumen impor Subaru pada 2013.

Akibatnya, aset di tujuh lokasi yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Batam, Malang, Surabaya, Denpasar dan Tangerang disita.

5. Infiniti

Infiniti, merek mewah Nissan.Bloomberg Infiniti, merek mewah Nissan.

Infiniti merupakan sub-merek yang menjual segmen mobil premium di bawah bendera PT Nissan Motor Indonesia. Melakukan debut perdana pada 2011, penjualan mobilnya berhasil mencapai 56 unit.

Namun pada tahun-tahun berikutnya angka penjualan Infiniti terus mengalami penurunan hingga akhirnya produsen memutuskan untuk menghentikan aktivitas pemasaran pada pertengahan 2018.

6. Datsun

Ilustrasi Bengkel Nissan yang juga melayani produk DatsunNMI Ilustrasi Bengkel Nissan yang juga melayani produk Datsun

PT Nissan Motor Indonesia kembali terpaksa harus merelakan sub-merek yang dipasarkannya, Datsun, pada Maret 2020 menyusul keputusan prinsipal atas perlambatan pertumbuhan volume penjualan dan krisis internal.

Kabar atas hengkangnya Datsun sebenarnya sudah santer terdengar sejak akhir 2019. Kemudian kabar tersebut diperkuat oleh dihentikannya produksi dan distribusi model terbaru Datsun Indonesia, Go Cross.

Kendati demikian, pihak Nissan tetap berkomitmen soal layanan purna jual seperti ketersediaan suku cadang dan jaminan garansi Datsun.

Baca juga: Kemenhub Prediksi 622.039 Kendaraan Tingalkan Jakarta Pekan Depan

7. Geely

Diler Motorave di Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, masih menawarkan mobil Geely dan Chery.Febri Ardani/Otomania Diler Motorave di Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, masih menawarkan mobil Geely dan Chery.

Sebelum Wuling, ada Geely Automobile yaitu mobil merek Tiongkok yang memasarkan produknya di Indonesia. Merek dari Zhejiang Geely Holding Group Co ini memulai sayap bisnisnya di Indonesia lewat Geely Mobil Indonesia pada tahun 2010.

Sempat berupaya untuk mendobrak dominasi mobil Eropa dan Jepang di Tanah air pada 2012, nasib Geely tidaklah semulus proyeksinya. PT Geely Mobil Indonesia (GMI) hanya bertahan tiga tahun usai masalah internal dan volume penjualan.

Singkat cerita, pada 2013 GMI diakuisisi oleh perusahaan lokal, Auto Mandiri Group. Sejak saat itu di Indonesia menjadi dominan sebab kepemilikan Auto Mandiri Group menjadi 70 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.