Diprediksi Padat, Pembatasan Truk Berlaku Saat Libur Panjang

Kompas.com - 22/10/2020, 08:22 WIB
Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta. ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARAKendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub), akan melakukan beberapa langkah strategis untuk menjaga kelancaran lalu lintas jelang libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW pekan depan.

Salah satunya dengan membatasi operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, khususnya di ruas tol yang memang menjadi akses utama kendaraan pergi meninggalkan Jakarta.

"Sudah dirapatkan dan sudah direncanakan juga, kita sedang siapkan Surat Edaran (SE) untuk pembatasan kendaraan sumbu tiga. Kalau sudah siap, nanti tinggal diedarakan, untuk waktunya coba besok sore kita bicara," ucap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Antisipasi Liburan Panjang, Sejumlah Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Menurut Budi, konsentrasi utama memang fokus pada masyarakat yang akan melakukan perjalanan jarak jauh atau mudik. Karena itu pemilihan waktunya pun akan dicermati lebih dulu dari titik puncak baik saat berangkat atau arus balik.

Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.Istimewa Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.

Namun demikian, Budi juga memprediksi bila momen libur panjang kali ini situasinya bisa saja jauh lebih ramai dari sebelumnya. Mengingat adanya pembatasan yang dilakukan beberapa waktu lalu dari pemerintah terkait penanganan Covid-19.

"Bisa jadi ini akan lebih ramai, kalau dilihat kemarin-kemarin kan ada larangan mudik Lebaran, banyak juga momen nanti itu dijadikan untuk pulang kampung. Kita akan detailkan soal upaya penanganannya nanti," kata Budi.

Secara terpisah, Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Sigit Irfansyah, juga mengungkapkan hal senada. Bahkan meski diprediksi liburan kali ini akan lebih padat, namun secara puncaknya akan sulit diperkirakan.

Baca juga: Pakai Jembatan Timbang WIM, Kemenhub Lebih Mudah Jerat Truk ODOL

Hal tersebut karena ada beberapa tipe dari pergerakan masyarakat. Mulai dari yang benar-benar mudik untuk pulang kampung, sampai yang hanya melakukan jarak pendek berkunjung atau liburan ke luar kota tetangga.

Arus balik pada malam Natal (25/12/2019) di Tol Trans Jawa gerang tol Cikampek Utama.Dokumentasi Jasa Marga Arus balik pada malam Natal (25/12/2019) di Tol Trans Jawa gerang tol Cikampek Utama.

"Memang dari yang sudah diprediksi pergerakan akan mulai ramai pada Selasa (27/10/2020), tapi apakah itu jadi puncak, kita belum bisa utarakan karena pola dari perjalanan masyarakat ini kan berbeda-beda juga," ucap Budi.

"Ada yang jarak jauh, ada yang cuma sekadar liburan satu dua malam jarak pendek. Tapi yang pasti kita siap antisipasi keduanya, konsetrasi masih sama, selain Jawa Barat juga di Tol Trans Jawa, terutama akses ke Jawa Tengah," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X