Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mobil Bertransmisi Matik Lebih Irit Dibandingkan Manual, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 01/10/2020, 07:12 WIB
Ari Purnomo,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak terbantahkan jika kendaraan roda empat dengan transmisi otomatis menjadi salah satu mobil yang paling laris saat ini.

Kemudahan dalam pengoperasiannya menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang yang beralih menggunakan mobil matik dibandingkan manual.

Tidak hanya perempuan, banyak pria yang juga terpikat dengan mobil jenis matik. Selain kemudahan yang ditawarkan, mobil bertransmisi otomatis juga dianggap memiliki tingkat konsumsi bahan bakar yang lebih rendah daripada mobil manual.

Benarkah anggapan bahwa mobil matik lebih irit dibandingkan manual?

Baca juga: Deretan Mobil Bekas Rp 70 Jutaan di Balai Lelang

Pemilik bengkel spesialis Worner Matic Hermas Efendi Prabowo sepakat dengan anggapan tersebut.

Menurutnya, untuk mobil matik keluaran terbaru memang lebih hemat bensin dibandingkan mobil manual.

"Sebab, di matik itu sekarang torsi dan tenaga yang ditransfer dari mesin ke roda bisa mencapai 100 persen,” kata Hermas kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kalau mobil matik yang lama, Hermas menambahkan, tenaga yang diteruskan tidak sampai 100 persen, atau bisa hanya 98 persen saja.

“Dengan tenaga yang tidak 100 persen tersebut maka ada pemborosan sebesar 2 persen. Tapi kalau manual, begitu kopling dilepas, tenaga yang tersalurkan langsung 100 persen,” ujarnya.

Baca juga: 10 Pilihan Mobil Bekas Rp 40 Jutaan Akhir Bulan Ini

Hermas juga mengatakan, sekarang mobil matik sudah menggunakan beragam teknologi canggih.

Salah satunya adalah torque converter clutch yang mana teknologi baru yang dikembangkan berfungsi mengurangi efek slip dari transmisi matik.

Dengan begitu maka tenaga yang disalurkan ke roda bisa sempurna atau 100 persen.

"Jika mobil manual dan matik sama-sama ke luar kota dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam, itu tidak ada bedanya. Kedua transmisi sama-sama bisa menyalurkan 100 persen," tuturnya.

Hermas melanjutkan, jika mobil melaju di bawah 60 kilometer per jam. Kendaraan roda empat transmisi matik belum menyalurkan tenaga 100 persen, karena sistemnya memang dirancang begitu.

Baca juga: 10 Mobil Bekas Rp 70 Jutaan Akhir Bulan Ini

Tapi, mobil manual juga ada kekurangannya yakni di 0-60 kilometer per jam atau di kemacetan.

“Seseorang ketika membawa mobil manual juga belum tentu melepas koplingnya dengan tepat. Kadang saat mengoper gigi, gasnya sedikit meraung atau mengoper giginya telat,” ucapnya.

Perilaku tersebut juga bisa berkontribusi terhadap konsumsi bahan bakar. Sedangkan di beberapa mobil matik, kan ada pilihan mode berkendara, salah satunya Eco Mode.

“Mode berkendara ini membuat perpindahan gigi 1, 2, dan 3 lebih cepat," tutur Hermas.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Terkini Lainnya

Tips Beli Mobil Bekas Supaya Bisa Awet

Tips Beli Mobil Bekas Supaya Bisa Awet

Tips N Trik
AHM Nantikan Program Subsidi Motor Listrik dari Pemerintah

AHM Nantikan Program Subsidi Motor Listrik dari Pemerintah

News
Tampil Bak SUV Tangguh, Karimun Wagon R Ini Bikin Pangling

Tampil Bak SUV Tangguh, Karimun Wagon R Ini Bikin Pangling

Modifikasi
Imbas Tarif Resiprokal Amerika ke Industri Motor Listrik Indonesia

Imbas Tarif Resiprokal Amerika ke Industri Motor Listrik Indonesia

News
Mengemudi Aman di Arus Balik Lebaran: Panduan Lengkap

Mengemudi Aman di Arus Balik Lebaran: Panduan Lengkap

Tips N Trik
Arus Balik dari Surabaya ke Jakarta, Saldo E-Toll Minimal Rp 1 Juta

Arus Balik dari Surabaya ke Jakarta, Saldo E-Toll Minimal Rp 1 Juta

Tips N Trik
Arus Balik Lebaran mulai Terlihat di Terminal Pulo Gebang

Arus Balik Lebaran mulai Terlihat di Terminal Pulo Gebang

Niaga
Diskon Tarif Tol 20 Persen di Tol Cipali Berlaku Sampai Hari Ini

Diskon Tarif Tol 20 Persen di Tol Cipali Berlaku Sampai Hari Ini

News
[POPULER OTOMOTIF] Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka | Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya | Update Info Jalur Puncak Bogor, One Way dari

[POPULER OTOMOTIF] Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka | Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya | Update Info Jalur Puncak Bogor, One Way dari

Feature
Laporan Langsung Arus Balik di Tol Trans Jawa: Arus Padat One Way

Laporan Langsung Arus Balik di Tol Trans Jawa: Arus Padat One Way

News
JBA Investigasi Penyebab Kebakaran 18 Mobil Lelang di Banjarmasin

JBA Investigasi Penyebab Kebakaran 18 Mobil Lelang di Banjarmasin

News
Arus Balik, One Way Arah Jakarta Berlaku dari Km 219 Tol Palimanan-Kanci

Arus Balik, One Way Arah Jakarta Berlaku dari Km 219 Tol Palimanan-Kanci

News
Kenali Jenis Kerusakan Ban Mobil yang Tak Bisa Lagi Ditambal

Kenali Jenis Kerusakan Ban Mobil yang Tak Bisa Lagi Ditambal

Tips N Trik
Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

Tips N Trik
Arus Balik Mulai Padat, Contraflow di Tol Japek Berlaku dari Km 70

Arus Balik Mulai Padat, Contraflow di Tol Japek Berlaku dari Km 70

News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau