Soal Pajak Mobil Baru Nol Persen, Pedagang Mobil Bekas Jadi Resah

Kompas.com - 01/10/2020, 06:38 WIB
Mobil listrik BMW i3s dipamerkan saat acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). BMW i3s hadir dengan motor listrik bertenaga 184 tk dengan torsi 270 Nm. Mobil baru ini dapat melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,9 detik. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIMobil listrik BMW i3s dipamerkan saat acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). BMW i3s hadir dengan motor listrik bertenaga 184 tk dengan torsi 270 Nm. Mobil baru ini dapat melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,9 detik.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampai saat ini belum ada kepastian terkait dengan wacana relaksasi pajak nol persen untuk mobil baru.

Rencana kebijakan yang digulirkan oleh Menteri Perindustrian ( Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah pandemi COvid-19 ini.

Meski belum ada kepastian apakah kebijakan tersebut akan direalisasikan atau tidak, tetapi wacana tersebut sudah mulai membuat pedagang mobil bekas gusar.

Pasalnya, jika memang benar pajak nol persen akan diterapkan untuk mobil baru tentunya harganya akan jauh lebih murah.

Baca juga: Wacana Pajak Nol Persen untuk Mobil Baru, Bikin Penjualan Mobil Bekas Goyang?

Bukan tidak mungkin nantinya harga yang ditawarkan akan setara dengan harga mobil bekas untuk saat ini.

Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock)

Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan, dirinya memang tidak mengetahui secara pasti apakah relaksasi itu akan dilakukan.

“Tetapi, dari info yang saya terima dan ini mungkin benar bahwa dalam waktu dekat ini memang ada kebijakan tersebut. Tapi kapan saya belum tahu,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (30/9/2020).

Herjanto menambahkan, jika memang hal itu akan dilakukan tentunya akan membuat penjualan mobil bekas terkena dampaknya.

Baca juga: Wacana Pajak Mobil Baru Nol Persen, Ingat Lagi Soal Pajak Progresif

“Jelas akan terkena dampaknya, karena mobil baru akan semakin murah. Tidak hanya mobil bekas, mobil baru yang sudah ada juga akan terkena dampaknya,” ucapnya.

Menurutnya, dari informasi yang didapatkannya memang akan ada relaksasi pajak tetapi tidak sepenuhnya nol persen.

Seorang pengunjung melihat deretan mobil bekas yang dipajang di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (15/12/2019).Ari Purnomo Seorang pengunjung melihat deretan mobil bekas yang dipajang di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (15/12/2019).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X