PSBB Ketat Diperpanjang, Volume Lalu Lintas Turun 21 Persen

Kompas.com - 29/09/2020, 18:31 WIB
Foto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANFoto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat, volume kendaraan menurut Polda Metro Jaya mengalami penurunan signifikan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, penurunan volume lalu lintas bila dibandingkan sebelum dan ketika penerapan PSBB cukup besar perbedaannya.

"Perbandingan volume kendaraan bermotor seminggau sebelum PSBB dengan seminggu saat masa PSBB terjadi penurunan volume kendaraan bermotor sebesar 18 hingga 21 persen," ucap Fahri yang disitat NTMC Polri, Selasa (29/9/2020).

Baca juga: Tak Lulus Uji Emisi, Mobil dan Motor di DKI Bakal Sulit Urus STNK

Lebih lanjut Fahri menjelaskan, penurunan volume kendaraan tersebut terjadi pada ruas-ruas jalan yang mengarah ke pusat perkantoran.

Salah satu contohnya seperti akses yang akan menuju kawasan Jalan Sudirman-Thamrin. Perbandingan penurunannya pada hari pertama PSBB sudah langsung terlihat.

Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

"Contoh Sudirman-Thamrin hari Senin (7/9/2020) atau sebelum PSBB, volume sebesar 89.446. Sedangkan Senin (14/9/2020) saat PSBB, volume kendaraan sebesar 70.509. Jadi ada penurunan sebesar 21,1 persen," kata Fahri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishu) DKI Jakarta Syafri Liputo juga menjelaskan hal serupa. Menurut Syafrin, sepekan setelah penerapan PSBB ketat, dari hasi pantauan situasi relatif lancar.

"Penurunan volume lalu lintas antara 5,23 persen hingga 19,28 persen dibandingkan saat pemberlakukan masa PSBB transisi," ucap Syafrin.

Baca juga: Jakarta Lagi PSBB, Honda Ingatkan Recall Airbag Bisa Dilakukan di Rumah

Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

Tak hanya itu, penurunan juga terjadi pada rata-rata jumlah penumpang harian transportasi umum perkotaan sebesar 22.83 persen. Sementara untuk moda bus antarkota antarprovinsi (AKAP) diklaim turun 43,85 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X