Ini Faktor yang Bikin Biaya Restorasi Motor Jadi Bengkak

Kompas.com - 29/09/2020, 12:40 WIB
Yamaha 125z hasil restorasi Tian NK istimewaYamaha 125z hasil restorasi Tian NK
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Melakukan restorasi jamak dilakukan agar sepeda motor kesayangan bisa kembali tampil segar seperti keluar dari pabrik. Tapi kenyataannya restorasi bukan hal mudah.

Spesialis restorasi motor Nanang Wahyu K, mengatakan, sesuai namanya restorasi ialah upaya yang dilakukan untuk membalikkan motor ke bentuk asli seperti saat keluar dari diler.

Restorasi bisa membutuhkan waktu lama dan biaya tidak sedikit jika motor tersebut tialah motor impor yang tidak dijual oleh Agen Pemegang Merek (APM). Sebab mau tak mau komponennya juga harus impor.

Baca juga: Bisa Dikoleksi, 5 Motor Jadul yang Dibekali Mesin Turbo

Yamaha F1Z warna putih hasil restorasiIstimewa Yamaha F1Z warna putih hasil restorasi

Salah satunya ialah ketika dia ingin merestorasi Yamaha 125Z. Motor bebek dengan mesin tegak ini tidak dijual di Indonesia, sehingga untuk order komponen harus ke negara tetangga atau ke Jepang.

“Untuk part-part 125Z ini memang sudah cukup sulit, dan mungkin saya beruntung karena selama ini bisa mendapatkan yang asli Japan,” katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Konsekuensinya biaya jadi membengkak. Apalagi motornya sudah setop produksi. Sudah harus impor dan harganya pun mahal karena stok komponennya juga pasti tidak terlalu banyak.

“Karena partnya itu sudah langka tentunya harganya juga tidak sesuai dengan yang ada pada buku data sparepart. Tergantung dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli saja,” kata pria yang akrab disapa Tian NK.

Honda Astrea Grand Foto: Jhon Clasik Honda Astrea Grand

Tak ada patokan

Putra Percasa, punggawa Jhon Clasik, bengkel restorasi khusus motor klasik Honda di Pondok Gede, Bekasi, mengatakan, pada dasarnya bengkel tidak mematok biaya tertentu.

Baca juga: Bebek Yamaha 125ZR Kondisi NOS Terjual Rp 303 Juta

"Kalau untuk biaya saya tidak bisa patok ya, saya kembalikan lagi ke pemilik. Paling saya sebutkan jasanya saja. Kalau biaya total kita ikut pemilik," kata Putra kepada Kompas.com.

Putra mengatakan bengkel akan mengikuti kesanggupan konsumen. Misalnya konsumen punya Rp 10 juta, maka bengkel tinggal menyesuaikan apa saja yang bisa diganti dengan uang segitu.

"Biasanya kita ikuti budget pemilik. Tapi kalau orangnya mau total full restoration, baru kita berani sebut harga, misalkan satu motor lengkap Rp 25 juta," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X