Baru Wacana, Pasar Mobil Bekas Kebal Isu Pemangkasan Pajak

Kompas.com - 28/09/2020, 09:42 WIB
Mobil mewah di pasar mobil bekas Otomania/Setyo AdiMobil mewah di pasar mobil bekas
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana pemangkasan pajak mobil baru hingga nol persen guna mendongkrak penjualan sampai akhir tahun, belum berdampak bagi bisnis penjualan mobil bekas.

Para pemain mobil seken, sampai sekarang masih tetap melangsungkan bisnis meski memang sudah banyak konsumen yang mulai bertanya-tanya mengenai kepastian soal kebenaran realisasi stimulus untuk mobil baru.

Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88, menjelaskan, kondisi pasar mobil bekas sejauh ini masih normal. Bahkan ikut bergerak naik sejak adanya peningkatan penjualan mobil baru yang terjadi tiga bulan belakangan.

Baca juga: Bila Pajak Mobil Baru Nol Persen, Apa Kabar Pasar Mobkas?

"Sekarang ini belum, dari sisi pedagang melihat itu ( relaksasi) hanya wacana, dan beberapa juga berpikir agak tidak mungkin semua pajak mobil baru itu dibebaskan semuannya karena menyangkut pendapatan negara juga dalam jumlah besar," ucap Fischer kepada Kompas.com, Minggu (27/9/2020).

Konsumen mobil88 yang mencari mobil bekas.Istimewa Konsumen mobil88 yang mencari mobil bekas.

"Karena kondisinya 50:50, bisa iya bisa tidak, jadi konsumen pun masih berjalan normal saja. Lagi pula, bagi sebagian orang yang sudah membutuhkan, mereka cenderung tidak menahan kok, karena mereka khawatir akan ada kenaikan harga nantinya," kata dia.

Menurut Fischer, semenjak pasar mobil baru merangkak naik ke arah normal, otomatis penjualan mobil seken juga mengikut. Artinya pergerakan harga yang sebelumnya mengalami penurunan untuk menyesuaikan kondisi pasar kembali naik secara berlahan.

Kondisi tersebut, bagi orang yang memang sudah mengincar untuk membeli mobil bekas sedikit mengkhawatirkan. Lantaran bila ditunda, ada kemungkinan harga mobil seken juga akan kembali naik di bulan berikutnya.

Baca juga: Pajak Nol Persen Lebih Berfaedah bagi Kendaraan Niaga

"Mereka (konsumen) berfikir dibandingkan harus manahan, tapi kebijakan untuk mobil baru tidak keluar atau meskipun keluar tidak sama seperti yang diberitakan, mereka jadi rugi, lebih baik mereka beli dibandingkan harga mobil seken nanti naik lagi," ucap Fischer.

"Tidak bisa dipungkiri yang menahan memang ada, karena berharap stimulus keluar jadi mereka bisa beralih ke mobil baru. Segmen yang menahan ini berbeda, karena kebanyakan yang menunda itu justru segmen yang tidak terlalu butuh mobil, dari segi persentase juga kecil," kata dia.

Soal imbas rencana relaksasi pajak nol persen dari pemerintah untuk mobil baru, sebelumnya juga sudah diutarakan oleh Herjanto Kosasih, Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua.

Mobil bekas SUV dieselStanly/Otomania Mobil bekas SUV diesel

Menurut Herjanto, segmen konsumen mobil baru dan bekas pada dasarnya, apalagi tren kebutuhan sebagian besar masyarakat akan mobil saat ini sudah bergeser. Tak lagi memikirkan selera, tapi menyesuaikan keuangan yang dimiliki.

Baca juga: Bola Panas Wacana Relaksasi Pajak Nol Persen Mobil Baru

"Tidak berpengaruh, sekarang ini, terutama di masa pandemi, konsumen beli mobil menyesuaikan dana. Punya uang Rp 60 juta bisa beli apa, dan tentunya dengan dana segitu larinya ke pasar mobil bekas," kata Herjanto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X