Mitos atau Fakta, Motor Terobos Banjir Gas Jangan Ditutup?

Kompas.com - 24/09/2020, 10:12 WIB
Kendaraan bermotor menerobos banjir yang menggenangi kawasan Jalan Raya Pantura Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (14/4/2020). Banjir sedalam satu meter yang hampir melumpuhkan Jalur Pantura tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Welang setelah diguyur hujan sejak Senin (13/4) malam. ANTARA FOTO/UMARUL FARUQKendaraan bermotor menerobos banjir yang menggenangi kawasan Jalan Raya Pantura Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (14/4/2020). Banjir sedalam satu meter yang hampir melumpuhkan Jalur Pantura tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Welang setelah diguyur hujan sejak Senin (13/4) malam.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan terus diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan. Pemotor wajib mengetahui teknik berkendara yang aman saat menerobos hujan.

Selain menggunakan perlengkapan berkendara yang aman, pengendara juga harus mewaspadai adanya genangan air. Sebab beberapa daerah di Jakarta tak jarang banjir jika hujan yang turun begitu deras dan durasinya lama.

Asep Suherman, Kepala Bengkel Honda AHASS Daya Motor Cibinong, Sawangan, dan Megamendung, mengatakan, ada beberapa cara yang bisa diterapkan pengendara saat menerobos banjir.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Saat Hujan Tak Boleh Mengerem Pakai Rem Depan?

Pengendara motor menerobos banjir di Pulomas, Jakarta Timur, Minggu (23/2/2020). Curah hujan yang tinggi dan kualitas drainase yang buruk membuat daerah tersebut terendam banjir. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.Fakhri Hermansyah Pengendara motor menerobos banjir di Pulomas, Jakarta Timur, Minggu (23/2/2020). Curah hujan yang tinggi dan kualitas drainase yang buruk membuat daerah tersebut terendam banjir. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.

Banjir dengan tinggi sekitar seperempat roda masih aman dilewati, kuncinya sebisa mungkin gas jangan sampai tertutup,” ucap Asep, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya, gas yang tertutup saat melewati banjir dikhawatirkan membuat air masuk ke ruang bakar lewat lubang knalpot.

Sebab jika air sampai masuk ke ruang bakar, efeknya bisa fatal. Bukan cuma mati, tapi motor bisa mengalami water hammer.

Baca juga: 5 Moge dengan Mesin Paling Besar yang Dijual di Indonesia

Mesin Motor.Shutterstock Mesin Motor.

“Efek dari water hammer itu menyebabkan setang piston bengkok, jadi harus dihindari,” ujar Asep.

Sama halnya dengan motor bebek, motor matik juga bisa menerobos banjir dengan cara menggantung gas.

Cara ini dilakukan agar motor selalu dapat momentum untuk melaju dan agar air tidak masuk lewat knalpot.

Baca juga: Marc Marquez Masih Absen di MotoGP Catalunya

Perawatan CVT pada motor matikIstimewa Perawatan CVT pada motor matik

“Untuk motor matik, sebisa mungkin air tidak mencapai boks filter udara yang terletak di sektiar cover CVT,” kata Asep.

“Tapi sebisa mungkin jangan menerobos banjir. Kalau tidak yakin atau ada jalan lain, lebih baik putar balik pilih jalan yang bebas banjir,” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X