Begini Cara Deteksi Mobil Bekas Kecelakaan

Kompas.com - 20/09/2020, 11:21 WIB
Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu cara konsumen untuk mendapatkan mobil idaman adalah dengan membeli mobil bekas. Namun memastikan kondisi mobil dalam keadaan terbaik adalah hal terpenting untuk menghindari masalah yang dapat terjadi kemudian hari.

OtoSpector, penyedia jasa pemeriksaan mobil bekas, mengungkapkan salah satu pemeriksaan yang wajib dilakukan adalah apakah mobil bekas tersebut bekas kecelakaan atau tidak.

Pemeriksaan ini yang jadi alasan pembeli memeriksa mobil bekas incaran mereka selain bekas banjir.

Kebanyakan calon konsumen ingin tahu apakah mobil ini sudah pernah diperbaiki besar-besaran atau tidak. Mereka khawatir masalah yang mungkin bisa timbul saat nanti digunakan.

Baca juga: 11 Vespa Edisi Terbatas yang Beredar di Indonesia, Patut Dikoleksi

CEO OtoSpector, Jeffrey Andika mengatakan ada beberapa poin yang perlu dilihat untuk menilai apakah mobil tersebut bekas kecelakaan atau tidak. Setidaknya ada tiga sisi yang perlu diperiksa, yaitu sisi depan, sisi samping, dan sisi belakang.

“Untuk kecelakaan sisi depan, paling mudah dideteksi dari ruang mesin. Buka kap mesin, perhatikan tulang atau rangka mobil di ruang mesin semuanya masih bawaan pabrik tidak ada bekas dempulan, las, atau ketokan. Diperhatikan juga baut-baut masih orisinal tidak bekas dibuka,” ujar Jeffrey saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/9/2020).

Ilustrasi kecelakaan mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil.

Jeffrey melanjuutkan poin berikutnya yaitu sisi samping, bisa dilihat apakah ada bekas perbaikan pada pilar mobil.

“Dicek adakah bekas repair atau dempulan, dan juga bisa dilihat dari pintu. Pastikan pintu masih presisi saat buka tutup dan masih orisinial bukan gantian” katanya.

Baca juga: Yamaha Siapkan Xmax Lebih Besar Saingi Honda Forza 350

Poin lain yang dilakukan untuk pengecekan adalah pada sisi belakang. Menurut Jeffrey cara paling mudah adalah dengan melihat ruang bagasi dan tempat ban serep.

“Diperhatikan apakah ada bekas perbaikan di ruang bagasi. Jika ada perbaikan berarti pernah terjadi tabrakan yang cukup besar hingga mengenai ruang bagasi,” terangnya.

Selanjutnya, jangan lupa untuk melakukan tes drive pada kondisi tersebut. Sebab, mobil bekas kecelakaan biasanya tidak stabil saat dikendarai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X