Viral Video Kena Sanksi Turunkan Masker Saat Berkendara, Ini Aturannya

Kompas.com - 17/09/2020, 13:31 WIB
Razia masker di jalan raya Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINRazia masker di jalan raya Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat. Beberapa aktivitas dibatasi dan protokol kesehatan harus dilakukan.

Salah satunya kewajiban harus selalu ditaati adalah mengenakan masker saat keluar rumah. Baik ketika berada di ruang terbuka atau pun saat berkendara di dalam mobil, bila tidak, maka ada sanksi yang menunggu.

Terkait masalah penggunaan masker, baru-baru ini sebuah video viral di media sosial yang diunggah @AbdulRochim_.

Video tersebut menampilkan seorang wanita dikenakan sanksi lantaran menurunkan masker di dagu saat dia sedang bekendara sendiri di dalam mobilnya.

Baca juga: Mobil Terlaris Agustus 2020, Nissan Geser Daihatsu dan Mitsubishi

Menurut pengakuan wanita tersebut, dia sengaja menurunkan masker sesaat karena merasa pengap, namun justru tertangkap dan dikenakan sanksi. Dia pun mempertanyakan alasannya karena ketika masker diturunkan dia sedang dalam berada di dalam mobil sendirian.

Petugas gabungan dari TNI, Polisi dan Satpol PP-WH melakukan razia masker di Bundaran Simpang Lima, Pusat Kota Banda Aceh, Kamis (25/6/2020). Razia masker ini ditingkatkan untuk menekan angka paparan Covid-19 di Aceh yang semakin meningkat dalam sepekan terakhir, dengan kenaikan jumlah pasien positif Covid-19 menjadi 66 orang, satu di antaranya warga negara asing (WNA).KOMPAS.com/RAJA UMAR Petugas gabungan dari TNI, Polisi dan Satpol PP-WH melakukan razia masker di Bundaran Simpang Lima, Pusat Kota Banda Aceh, Kamis (25/6/2020). Razia masker ini ditingkatkan untuk menekan angka paparan Covid-19 di Aceh yang semakin meningkat dalam sepekan terakhir, dengan kenaikan jumlah pasien positif Covid-19 menjadi 66 orang, satu di antaranya warga negara asing (WNA).

Parahnya, saat ditangkap dan membayar sanksi, wanita tersebut justru dibawa ke posko yang penuh kerumunan orang yang sedang menanti sidang.

"Aku sendirian, benar-benar engga ada orang (sambil menunjukkan suasana di dalam mobil), terus aku bernapas dikit nih yah (sambil menurunkan masker mendekati arah mulut) ketangkep dong," ucap wanita tersebut.

"Ini tempatnya, dan ini malah-malah ramai orang, mereka malah ngga lebih-lebih lagi PSBB dan aku yang lagi sehat disuruh kesini untuk duduk dan berkerumun dengan mereka semua. Menurut kalian ini apaan ya?," kata dia.

Wanita tersebut lantas menganjurkan masyarakat untuk selalu menggunakan masker. Namun di lain sisi, dia meminta pemerintah meninjau ulang regulasi tersebut, karena bila di dalam mobil pribadi dengan kondisi sendiri, tak masuk akal bila harus ditangkap.

Apalagi setelah ditangkap dan diminta membayar sanksi, justru digiring ke lokasi yang ramai tanpa ada protokol PSBB.

Baca juga: 3 Hari PSBB, Volume Kendaraan di DKI Jakarta Menurun

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X