Mobil Makin Jarang Digunakan Selama PSBB, Perhatikan Komponen Ini

Kompas.com - 16/09/2020, 08:02 WIB
Belasan mobil diparkir berjejer di area parkir kluster A Blok Bawal, Rusun Marunda, Jakarta Utara, Kamis (12/9/2013). KOMPAS.com/DIAN FATH RISALAH EL ANSHARIBelasan mobil diparkir berjejer di area parkir kluster A Blok Bawal, Rusun Marunda, Jakarta Utara, Kamis (12/9/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) jilid dua kembali dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (14/9/2020). Keputusan ini diambil lantaran semakin bertambahnya kasus Covid-19 yang terjadi di wilayah Jakarta.

Kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) kembali diberlakukan. Tentunya aturan ini berdampak bagi para pengguna yang mobil kini lebih sering memarkir kendaraan di rumah dalam jangka waktu yang lama.

Kendati demikian, kendaraan roda empat tetap membutuhkan perawatan agar kondisinya selalu optimal ketika dibutuhkan.

Baca juga: Patuh PSBB, Diler Suzuki Beroperasi 25 Persen, Pabrik Tetap 2 Shift

Service Part Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi mengatakan, ada beberapa perawatan yang harus dilakukan pemilik kendaraan ketika terparkir lama di rumah.

Pertama, aki mobil. Paling tidak pemilik kendaraan harus memanaskan mobil satu sampai dua kali dalam seminggu untuk menjaga daya yang tersimpan pada aki.

“Sebab, mobil yang tidak dipakai mengalami pengurangan daya sekitar 3 persen dari kapasitasnya setiap hari. Jadi dengan memanaskan kendaraan maka battery dapat terisi kembali,” ujar Anjar belum lama ini kepada Kompas.com.

Kondisi tekanan banStanly/Otomania Kondisi tekanan ban

Kedua, tekanan angin ban. Sebaiknya pemilik mobil menggerakan kendaraan maju mundur atau keliling di sekitar komplek seminggu sekali. Hal ini dilakukan agar beban pada kendaraan pada permukaan bidang ban dapat bertumpu secara merata, sehingga kerusakan ban akibat deformasi bisa dicegah.

Ketiga, perhatikan lokasi parkir. Pemilik mobil dianjurkan untuk memarkirkan kendaraannya di dalam garasi.

Pasalnya, cuaca panas memiliki dampak buruk bagi mobil. Selain bisa membuat warna eksterior menjadi cepat pudar, terlalu sering parkir di luar garasi ternyata dapat merusak bagian interior.

Baca juga: Mulai Sering Hujan, Perhatikan 5 Komponen Mobil Ini

Operation Manager Autospa Bekasi Ario Hadi menyatakan, salah satu bagian yang paling rentan rusak karena parkir sembarangan dan lama terpapar panas adalah dasbor. Sebab, posisi kaca yang sangat landai membuatnya sering terkena paparan sinar matahari langsung.

“Terutama pada bagian soft touch atau yang kulit sintetis, biasanya akan pecah-pecah. Kejadian ini sering terjadi di mobil Eropa, karena kebanyakan dari desain mereka tidak untuk cuaca panas di Jakarta,” ujar Hadi kepada Kompas.com.

Terakhir, posisi transmisi dan rem tangan. Untuk keamanan, pastikan pemilik kendaraan aktifkan rem tangan sekalipun parkir pada bidang jalan yang rata. Kemudian, untuk mobil transmisi matik, pastikan posisi transmisi berada di posisi P (Parking) untuk mencegah mobil bergerak saat parkir.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X