Mengenal Bus Oleng, Dimulai dari Amerika Latin

Kompas.com - 14/09/2020, 19:11 WIB
Bus oleng tribunnews.comBus oleng

JAKARTA, KOMPAS.comBus oleng merupakan aksi berbahaya yang dilakukan oleh pengemudi. Pengemudi melakukan belok kiri dan kanan secara agresif, sehingga dari luar, bus terlihat oleng dan goyang.

Melakukan oleng ini di jalan raya sangatlah berbahaya. Bus yang memiliki dimensi yang tinggi, rawan untuk terguling dan membahayakan penumpang dan pengguna jalan lain. Namun masih ada saja yang melakukan aksi oleng ini.

Lalu sejak kapan tren bus oleng ada di Indonesia?

Baca juga: Hasil Balap Moto2, Adik Rossi Naik Podium, Andi Gilang Gagal Finish

Sebuah video yang menampilkan aksi truk tangki air di Ngawi, Jawa Timur melakukan aksi oleng, viral di media sosial.facebook/kabar ngawi. Sebuah video yang menampilkan aksi truk tangki air di Ngawi, Jawa Timur melakukan aksi oleng, viral di media sosial.
Anggota Forum Bismania Indonesia, Dimas Raditya mengatakan, tren oleng ini mulanya dilakukan oleh orang luar negeri, tepatnya di Amerika Selatan.

“Truk di Amerika Selatan sering melakukan aksi oleng ini, baru kemudian di Indonesia. Mulanya juga dari truk, kemudian mulai tren di bus sekitar tahun kemarin,” kata Dimas kepada Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Forum Bismania Indonesia, sebenarnya mengecam dan menyayangkan tindakan oleng ini. Apalagi beberapa waktu lalu pernah kejadian bus yang bersenggolan dengan bus lain ketika melakukan aksi oleng di jalan tol.

Baca juga: Video Viral Sepeda Terobos Jagorawi, Bukti Bobroknya Moral Keselamatan

Hasil dari senggolan tersebut yaitu kaca bus yang pecah, spion patah, dan bumper belakang bus yang terlepas. Dimas juga mengatakan, kebanyakan pengemudi yang melakukan aksi tersebut masih muda dan mencari popularitas.

“Sepertinya memang kebanyakan pengemudinya masih muda, yang sedang cari popularitas, panjat sosial (pansos) dan sebagainya. Jadi aksi oleng itu biar kelihatan keren,” ucap Dimas.

Begitu juga orang-orang yang biasa meminta pengemudi bus untuk aksi oleng kemudian direkam. Dimas mengatakan kalau orang tersebut bisa jadi ingin populer dan pansos karena memiliki video yang keren, padahal sangat berbahaya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X