Hari Pertama PSBB Tahap Dua, Lalin di Jakarta Masih Padat

Kompas.com - 14/09/2020, 16:56 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa arus lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya pada hari pertama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB), Senin (14/9/2020) masih padat.

Secara umum, hal ini dikarenakan belum seluruh perusahaan menerapkan work from home (WFH) pada karyawannya hingga 50 persen sebagaimana diperintahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Tapi kita maklumi karena ini masih hari pertama. Kami harapkan kantor di DKI Jakarta bisa menerapkan WFH. Simpulan ini didapat dari pantuan anggota," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Senin.

Baca juga: Ini Kendaraan Barang yang Boleh Melintasi Jakarta Saat PSBB Ketat

Suasana lalu lintas di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam yang berbatasan dengan wilayah Cianjur  untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Suasana lalu lintas di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam yang berbatasan dengan wilayah Cianjur untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat.

"Hari kedua dan hari ketiga berikutnya mudah-mudahan sudah mulai banyak kantor atau tempat usaha yang melakukan WFH. Ataupun kantor atau pemerintah yang 25-50 persen. Tentu kita harapkan situasi akan lebih menurun," tambahnya.

Akan tetapi Sambodo tidak menjelaskan secara rinci kepadatan lalu lintas saat ini. "Hari ini tidak ada ganjil genap, nanti kita lihat sampai satu hari penuh," ujar dia.

Untuk diketahui, selama PSBB ketat berbagai aturan pembatasan aktivitas kembali berlaku. Termasuk salah satunya mengenai ganjil genap.

Baca juga: Boleh Angkut Penumpang, Pahami Kapasitas Maksimal Taksi Online Selama PSBB Jakarta

Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Adapun alasan diberlakukannya kembali PSBB, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa kondisi penyebaran Covid-19 kini semakin tinggi dan mengkhawatirkan.

"Maka, dengan melihat kedaruratan ini, tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin. Maka, diberlakukan kembali PSBB," katanya

Anies mengatakan Pemprov DKI Jakarta terpaksa menarik rem darurat. PSBB yang berlaku hari ini bukanlah PSBB transisi, melainkan PSBB ketat seperti awal pandemi.

"Ganjil-genap akan ditiadakan mulai 14 September 2020," kata Anies lagi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X