Mencampur Bensin Kerap Dilakukan, tetapi Tidak Semudah Itu

Kompas.com - 14/09/2020, 10:22 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mencampur varian bensin untuk mendapat nilai oktan yang diinginkan cukup banyak dilakukan demi alasan ekonomi. Meski demikian mengoplos dua jenis bensin yang berbeda, ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Pertamina Sales Area Manager Retail Banten, Probo Prasiddhahayu, mengatakan, untuk mendapat nilai oktan yang tepat tidak sesederhana mencampur dua jenis bensin dengan oktan berbeda.

Baca juga: Cara Sederhana Cegah Bensin Basi karena Kendaraan Jarang Dipakai

"Tidak sederhana ketika nambah oktan hitung-hitungan RON 95 ditambah RON 88 menjadi RON 92 tidak sesederhana itu hitung-hitungannya. Karena perlu riset dan uji coba dan uji mutu yang sempurna sehingga menghasilkan RON yang telah ditetapkan," kata Probo dalam video telekonferensi Jumat, pekan lalu.

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Misalkan ingin mendapat RON 90 seperti Pertalite, pemilik kendaraan kemudian mencampur Pertamax dengan RON 92 ditambah Premium dengan RON 88.

"Katakanlah kita oplos, ketika kita beli Premium ingin merasakan hasil seperti apa yang Pertamax berikan, maka kita campurkan dengan Pertalite, jadi persepi oplos mengoplos tidak sederhana itu," katanya.

Baca juga: Kendaraan Pakai Octane Booster Bensin, Berefek Atau Tidak Sih?

Probo mengatakan, untuk mendapat spesifikasi tertentu perusahaan minyak dan gas (migas) termasuk Pertamina menggunakan ramuan yang tidak bisa diungkap.

Tangki kosong

Lantas bagaimana jika suatu kendaraan ingin mengganti bensin dengan jenis berbeda?

Idealnya, adalah dengan mengosongkan tangki terlebih dahulu, baru kemudian menuangkan bensin baru yang diinginkan.

"Saran kami, silahkan mungkin tidak harus tangkinya kosong. Katakankah kita menggunakan Pertalite ingin ganti Turbo, tidak juga harus menunggu tangki kosong. Itu akan terasa ketika pengisian berangsur dua hingga tiga kali baru kita bisa merasakan benefitnya," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X