Kendaraan Pakai Octane Booster Bensin, Berefek Atau Tidak Sih?

Kompas.com - 13/09/2020, 10:01 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menambah nilai oktan, pemilik kendaraan banyak yang menambahkan adiktif ke dalam bensin. Sebab oktan tinggi dapat membuat pembakaran menjadi lebih baik.

Pertamina Sales Area Manager Retail Banten, Probo Prasiddhahayu, mengatakan, kadang menambahkan adiktif merupakan sugesti pemilik kendaraan bahwa dengan octane booster membuat bensin jadi lebih baik.

"Seperti kita minum vitamin. Jadi ketika kita menambahkan penambah oktan itu kita merasa bahwa akan sama dengan apa yang kita harapkan," kata Probo, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Mengapa Letak Tutup Tangki Bensin dan Knalpot Beda Sisi?

Meski demikian, Probo enggan untuk mengiyakan atau menolak apakah penambahan adiktif bisa meningkatkan nilai oktan bensin.

Isi bensin self serviceKOMPAS.com/Ruly Isi bensin self service

"Riset itu masih bisa diperdebatkan saya tidak mengiyakan juga tidak meniadakan. Tapi kalau bahan bakar Pertamina sudah jelas berdasarkan uji mutu dari Kementerian ESDM dan banyak lainnya," katanya.

"Misal ada yang membeli Pertalite dan menambahkan zat itu untuk merasakan seperti (Pertamax) Turbo, maka kami tidak bisa menggaransi oktan itu dengan Turbo. Kalau konsumen beli Turbo yang asli kita garansi mendapatkan hasil sesuai yang dibeli," katanya.

Probo mengatakan, ketimbang menambahkan adiktif maka lebih baik membeli bensin yang nilai oktannya sudah tinggi.

Baca juga: Hilangkan Kebiasaan Ngebut di Persimpangan Jalan

Mengisi bensin sesuai dengan spek kendaraan agar mesin tetap awetKompasOtomotif Mengisi bensin sesuai dengan spek kendaraan agar mesin tetap awet

"Jadi alangkah baiknya ketika berharap mendapatkan oktan tinggi maka belilah BBM dengan oktan yang diharapkan. Jadi tidak perlu beli pil oktan itu tadi, yang uji mutunya cukup diragukan," katanya.

Probo mengatakan, ada alasan produsen bahan bakar membuat bensin dengan berbagai varian nilai oktan. Karena kebutuhan tiap mesin berbeda dan harganya juga menyesuaikan.

"Karena di dunia ini bahan bakar kalau memang hanya bisa dengan seperti itu, maka tidak akan ada beragam varian oktan. Cukup saja kita beli pil oktan itu tadi," ucap Probo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.