Simak Dampak Buruk Panas Terik pada Bodi Mobil

Kompas.com - 27/08/2020, 19:41 WIB
Mobil yang parkir di jalur sepeda jalan Puri Indah, Jakarta Barat, Kamis (6/2/2020) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARMobil yang parkir di jalur sepeda jalan Puri Indah, Jakarta Barat, Kamis (6/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca panas terik sedang terjadi di Jakarta dan sekitarnya pada beberapa hari belakangan ini. Cuaca cerah memang menyenangkan, tapi jika sangat panas juga bisa berdampak buruk.

Salah satu dampaknya adalah pada bodi mobil. Sebab, bagian eksterior ini yang terpapar langsung sinar matahari.

Baca juga: Simak Keuntungan Ban Berisi Nitrogen saat Panas Terik

Untuk itu, penting bagi pemilik mobil menjaga kebersihan bodi mobil agar lapisan cat dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem.

ilustrasi parkir mobil pararelwww.rgj.com ilustrasi parkir mobil pararel

Stefanus Yoga, dari Detailworks MotoSpa, di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan, mengatakan, jika mobil kotor, terutama setelah terkena hujam, akan cepat sekali membentuk waterspot (jamur).

"Sebab, panas matahari mempercepat proses oksidasi mineral," ujar Yoga, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Tak hanya air yang dapat memberikan dampak pada bodi mobil. Kotoran burung atau getah pohon juga tak kalah berbahayanya.

Baca juga: Bikin AC Mobil Tetap Dingin Saat Cuaca Panas, Wajib Cek Komponen Ini

"Kotoran burung atau getah pohon dapat meresap ke lapisan pernis dengan sangat cepat. Efeknya, warna cat bisa memudar lama-kelamaan," kata Yoga.

Menurut Yoga, jika sudah seperti itu, tidak bisa lagi dibersihkan, harus melalui proses wet sanding (pengamplasan) dan dilanjutkan dengan poles.

Keadaan trotoar di Jalan Margonda, Depok, Kamis (9/8/2018)Kompas.com/Cynthia Lova Keadaan trotoar di Jalan Margonda, Depok, Kamis (9/8/2018)

Salah satu langkah untuk mengatasi cuaca panas ekstrem adalah dengan memberikan lapisan pelindung pada cat mobil. Lapisan coating yang memberikan efek daun talas berfungsi mengurangi kotoran yang menempel pada bodi.

“Jadi catnya terlindung dari UV dan infrared yang dihasilkan dari sinar matahari. Apalagi coating bersifat antistatic, jadi debu maupun kotoran tidak mudah menempel,” ujar Yoga.

Yoga menambahkan, suhu panas jelas berpengaruh, tapi yang cepat pudar adalah lapisan coating tersebut. Tidak langsung berdampak pada lapisan catnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X