Pertumbuhan Pasar Kendaraan Listrik Masih Sulit Bergerak

Kompas.com - 27/08/2020, 08:22 WIB
Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019. CUTENKPerjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Indonesia mendukung penuh upaya pemerintah Republik Indonesia untuk mempercepat era elektrifikasi di Tanah Air walau dihadang pandemi virus corona alias Covid-19.

Pasalnya, hal tersebut diyakini mampu membuat perekonomian nasional segera pulih dengan terserapnya puluhan ribu tenaga kerja, di samping mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Kendati demikian, pertumbuhan pasar kendaraan listrik masih menemui tantangan besar seiring dengan daya beli masyarakat dan ekspansi kredit di tengah pandemi.

Baca juga: Roadmap Kendaraan Listrik Kembali Dibahas, Dikebut 2 Minggu

Empat prinsipal Jepang bersatu mendopang infrastruktur mobil listrik.Carscoop Empat prinsipal Jepang bersatu mendopang infrastruktur mobil listrik.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menyatakan, biaya yang besar pada awal pembelian kendaraan listrik merupakan faktor penting dan menentukan kini.

"Bicara pertumbuhan pasar, itu masalah sebenarnya bukan di produsen melainkan konsumen. Memang ada tantangan dari sisi suplai, tapi secara keseluruhan kita tidak masalah. Hingga kini produk Toyota sudah terbilang lengkap," katanya kepada Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

"Jadi bagaimana cara memberikan pemahaman kepada konsumen agar menghargai environment yang lebih bersih sehingga bergeser ke kendaraan ramah lingkungan, meski biaya kepemilikan awal lebih besar (harga jual mobil listrik)," lanjut Bob.

 

PHEVIstimewa PHEV

Di samping itu, kata Bob lagi, konsumen di Indonesia terbiasa dengan uang muka (down payment/DP) mobil kecil. Sementara dewasa ini perusahaan pembiayaan tengah membatasi pemberian kredit dengan memperketat seleksi pemohon hingga meningkatkan DP.

"Kalau sekarang jangankan mobil listrik, yang konvensional pun masih susah karena faktor terbesar itu di pembiayaan. Apalagi mobil listrik, DP nya pasti lebih besar seiring dengan harga jual mobil," ucapnya.

Baca juga: Toyota Tegaskan Komitmen soal Kendaraan Listrik di Indonesia

Review Toyota Corolla Altis HybridKompas.com Review Toyota Corolla Altis Hybrid

Untuk diketahui, saat ini ekspansi kredit sedang berada di level 3 persen. Padahal sebelum ada pandemi berada di kisaran 8-9 persen. Hal ini menandakan bahwa pemberian kredit sedang mengecil.

"Tapi komitmen kami untuk elektrifikasi tetap (produksi model HEV di 2022). Kami akan terus mengawal perkembangannya. Terkait kapan pasar untuk kendaraan listrik tumbuh, saat ini sulit untuk dikatakan secara pasti," kata Bob.

"Sebab, pasar kendaraan bermotor nasional itu masih belum recovery. Marketnya masih 32 persen per Juli 2020, kita masih di tahap ujung survivor," ujar dia lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X