Libur Panjang, Polda Jatim Pantau Jalur Rawan Macet

Kompas.com - 17/08/2020, 06:42 WIB
Antrean kendaraan terjebak kemacetan di tol Jagorawi menuju Puncak Bogor, Sabtu (15/8/2020). Libur panjang akhir pekan mengakibatkan banyak wisatawan berlibur ke Puncak. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOAntrean kendaraan terjebak kemacetan di tol Jagorawi menuju Puncak Bogor, Sabtu (15/8/2020). Libur panjang akhir pekan mengakibatkan banyak wisatawan berlibur ke Puncak.
Penulis Ari Purnomo
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Momen libur panjang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

Selain ke kampung halaman, tempat wisata masih menjadi salah satu tujuan favorit di tengah pandemi Covid-19.

Sejumlah wilayah pun menerapkan protokol kesehatan ketat kepada setiap pengendara kendaraan yang masuk maupun keluar dari wilayahnya.

Salah satunya seperti yang dilakukan jajaran Polda Jawa Timur (Jatim). Polda sudah menerjunkan personel untuk melakukan pengawasan wilayah selama momen libur panjang HUT ke-75 RI.

Baca juga: Mau Beli Mobil Bekas, Eks Taksi Bisa Jadi Alternatif

Wakil Dirlantas Polda Jatim AKBP Pranatal Hutajulu menjelaskan, mengantisipasi mobilisasi kendaraan yang masuk maupun keluar wilayah Jatim sejumlah petugas sudah disebar di sejumlah titik.

Sejumlah kendaraan melintasi Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2019). PT Jasa Marga Tbk memprediksi selama libur panjang Natal dan Tahun Baru diperkirakan ada 479.049 kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah maupun layang, dengan tujuan Bandung 51 persen dan Trans Jawa 49 persen. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/ama.ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah Sejumlah kendaraan melintasi Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2019). PT Jasa Marga Tbk memprediksi selama libur panjang Natal dan Tahun Baru diperkirakan ada 479.049 kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah maupun layang, dengan tujuan Bandung 51 persen dan Trans Jawa 49 persen. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/ama.

Kawasan yang menjadi prioritas pengawasan di antaranya wilayah yang masuk kategori rawan.

“Untuk libur panjang kali ini kami sudah melakukan ploting wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan, seperti di ruas tol dan juga lainnya,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (16/8/2020).

Selain itu, Pranatal menambahkan, tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat juga tidak luput dari pengawasan petugas.

Hal ini untuk mencegah adanya penyebaran virus Corona di tengah libur panjang.

“Selain di jalur rawan pengawasan juga dilakukan di tempat-tempat yang berpotensi terjadinya kerumunan masyarakat, termasuk di tempat wisata,” ucapnya.

Baca juga: 3 Faktor yang Bisa Menyebabkan Defogger Mobil Jadi Rusak

Meski pengawasan tidak dilakukan seketat saat libur Lebaran maupun Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB), Wadirlantas mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Tempat wisata Sikembang Park di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.dok. Sikembang Park Tempat wisata Sikembang Park di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

“Untuk pengawasan tidak seperti saat PSBB atau mudik Lebaran lalu, hanya pemantauan biasa saja,” katanya.

Pranatal juga mengatakan, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Defogger Tak Bisa Diperbaiki Jika Rusak?

“Kalau untuk lalu lintas kendaraan di wilayah Jatim belum ada tanda-tanda kenaikan signifikan, tetapi tetap kami lakukan pengawasan. Penggunaan masker tetap wajib, kalau ada yang melanggar kami berikan teguran,” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X